dee-nesia
mencari dan berbagi

Menulis Dari Hati

Menulis dari hati? Bukankah menulis, sebagaimana juga dengan berbicara, adalah sama-sama mengejawantahkan gagasan abstrak yang berasal dari pikiran yang ‘ada’nya di dalam otak ke dalam bentuk simbol-simbol yang secara aklamasi diterima manusia dan disebut dengan huruf – kata – kalimat?

Lha kog dari hati?

Kalau memang dari hati, berarti kita menuliskan sesuatu yang pada dasarnya berada di dalam hati, bukan sesuatu yang bergerak di dalam pikiran. Sekarang kita mendapatkan dua hal, ada gagasan – ide yang bergerak di dalam alam pikiran kita dan ada sesuatu yang aktif di dalam hati kita.

Bagaimana mengenalinya?

Anda pasti setuju, kalau pikiran adalah wilayah yang berkait dengan hal-hal logis, meski logika di pikiran itu bisa mulur-mungsret menurut panjang-pendek dan luas-sempitnya ingatan (baca: wawasan – pengetahuan).

Loading...

menulis dari hati

Sementara hati adalah wilayah dimana kita menempatkan dan mengelola segala dari dan dengan rasa menurut ke