Syarat Tulisan Yang Dimuat Kompas

By | February 22, 2019

Mau mengirim tulisan artikel ke Kompas? Baca dulu beberapa syarat tulisan yang dimuat Kompas berikut ini. Minimal anda menulis tidak sia-sia dan malah jengkel karena tidak diterima oleh Kompas, hanya gara-gara tulisan anda itu sebenarnya memang tidak memenuhi persyaratan atau standar yang ditentukan oleh Kompas.

Seperti yang kita tahu, Kompas adalah salah satu koran terbesar di Indonesia. Dan tentu saja, untuk menjadi besar, maka koran tersebut haruslah mendapat kepercayaan pembacanya. Dan adalah logis, ketika Kompas juga menjaga kualitas tulisan yang dimuatnya. Itu semua demi menjaga reputasi dan kepercayaan pembaca.

Yang dee-nesia tuliskan di posting ini sebenarnya adalah sebuah balasan dari Redaksi Kompas kepada PenaYunus yang suatu ketika pernah mengirimkan artikel-nya. Jadi ini bukan tulisan asli dari dee-nesia.

Logo-Kompas

Loading...

Syarat Tulisan Yang Dimuat Kompas:

  1. Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain.
  2. Belum pernah dimuat di media atau penerbitan lain termasuk Blog, dan juga tidak dikirim bersamaan ke media atau penerbitan lain.
  3. Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang actual, relevan, dan menjadi persoalan dalam masyarakat.
  4. Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan komuninas tertentu, karena Kompas adalah media umum dan bukan majalah vak atau jurnal dari disiplin tertentu.
  5. Artikel mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, pendekatan, saran, maupun solusinya.
  6. Uraiannya bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena.
  7. Penyajian tidak berkepanjangan, dan menggunakan bahasa populer/luwes yang mudah ditangkap oleh pembaca yang awam sekalipun. Panjang tulisan 3,5 halaman kuarto spasi ganda atau 700 kata atau 5000 karakter (dengan spasi) ditulis dengan program Words.
  8. Artikel tidak boleh ditulis berdua atau lebih.
  9. Menyertakan data diri/daftar riwayat hidup singkat (termasuk nomor telepon / HP), nama Bank dan nomor rekening.
  10. Alamat e-mail opini@kompas.co.id

Catatan: Untuk kelengkapan administrasi, bila mengirimkan tulisan mohon disertakan pas foto.

Bagaimana? Apakah kriteria artikel yang diterima Kompas itu menurut anda terlalu berat? Menurut saya, dibilang berat ya berat, dibilang wajar ya wajar, kan memang tulisan itu harusnya memenuhi kriteria di atas. Meski yang biasa ini juga sulit untuk dipenuhi. Kalau dipikir-pikir, kriteria Kompas ini kog senafas dengan kriteria posting yang baik ya…? Wkwkwk, ngeblog saja susahnya bukan main untuk menjaga orisinalitas tulisan. Hmmm…. Memang tidak gampang ya… sumber: PenaYunus

(Visited 21,874 times, 11 visits today)
Loading...

28 thoughts on “Syarat Tulisan Yang Dimuat Kompas

  1. Muhamad Nurkholis

    mas berarti puisi/cerpen dan identitas kita dikirim dalam exstensi .xml bukan .zip ?

    Reply
    1. dee-nesia Post author

      kenapa harus .xml mas?
      Kayaknya ga ada deh yang menyebutkan soal format file di dalam posting di atas….

      Reply
  2. aliyah

    maaf kak numpang tanya, berarti kompas gak menerima cerpen ala anak sma ya? atau kalau temanya tidak sesuai dengan permasalahan di masyarakat?

    Reply
    1. dee-nesia Post author

      Kalau Kompas, kelasnya agak beda mbak. Coba sering-sering baca cerpen yang dimuat Kompas. Nah, silahkan coba yang kira-kira temanya senada. Kalau mbak Aliyah baca koran lain, Jawa Pos misalnya, temanya juga beda. Selain itu, kadang ‘nama’ yang menulis juga punya peran akan dimuat atau tidak itu cerpen. Tidak selalu sih. Kalau memang cerpen mbak bagus dan sesuai dengan yang dibutuhkan koran tersebut, kemungkinan dimuat masih besar. Latar belakang penulis, semisal sebagai ‘anu’ di ‘anu’ gitu lumayan besar efeknya.
      Emmm…, alternatif lain, coba kirimkan ke media lain yang kiranya punya tema yang ‘remaja.’
      Atau, kenapa tidak coba menulis dan membuat blog sendiri? Hehe….

      Reply
  3. mujiono

    Untuk bisa gabung jadi jurnalis kompas, apa syaratnya om

    Reply
  4. Graciana Putri

    Mau nanya mas,syarat untuk puisi nya juga 3,5 halaman?

    Reply
    1. dee-nesia Post author

      Sepertinya tidak mbak Graciana Putri. Emmmm, puisi kan tidak ada batasan jumlah karakter. Silahkan dicoba kirim beberapa puisinya. Tidak ada salahnya.
      Emmmm, sertakan juga biodata yang lengkap. Dan kalau semisal mbak memang punya latar belakang yang berbau-bau sastra gitu, sertakan juga. Biasanya itu sangat berpengaruh.

      Reply
  5. joe

    mas, mau nanya. kalo misalkan artikel yang di bahas, ada di luar kota jakarta, apakah ada kemungkinan untuk di terima? mohon konfirmasinya. terima kasih

    Reply
  6. Izza Machrusa Syahab

    mas mau tanya dong, saya kan udah ngirim ke kompas tapi kok ada kayak pesan yang tulisannya itu Pengiriman ke penerima berikut ini gagal secara permanen, itu gmna ya ?

    Reply
  7. Ernesia Raya

    Mau tanya mbak, bagaimana syaratnya menulis puisi di kompas mbakn?

    Reply
    1. dee-nesia Post author

      syaratnya? Tidak ada syarat khusus sebenarnya mbak…
      Asal puisinya bagus, kemungkinan dimuat juga akan lebih besar.

      Reply
  8. Intan Kartika R

    Maaf kak mau tanya, kalau mau ngirim puisi ke kompas email nya apa ya?

    Reply
  9. wardatul husna

    kak kalau mau ngirim tulisan itu disertakan biodata diri dan langsung sama rekening banknya ya kak????

    Reply
  10. Ririn Nuraini

    Assalamu’alaikum…. bagaimana cara ngirim puisi ke kompas kak? makasih

    Reply
  11. Rizka

    Assalamu’alaikum kak, mau bertanya..
    Biasanya tema yang sering digunakan dicerpen yang udah diterima dikompas apa aja temanya ka?

    Reply
  12. A.Amin Husein

    Apa CV dari penulis mempengaruhi dimuat tidaknya artikel? Dalam artian popularitas dan kedudukan jabatan profesi

    Reply
    1. Esther Yudi Post author

      Menurut beberapa teman yang tulisannya dimuat, itu ada pengaruhnya pak.

      Meski tidak serta merta. Bobot dari tulisan tetap menjadi pertimbangan utama.

      Soal jabatan atau kedudukan dalam profesi, tidak harus yang tinggi.

      Begitu setahu saya pak.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.