Sejarah Internet di Indonesia

Sejarah internet di Indonesia. Dari berbagai tulisan yang beredar di internet, ternyata internet di Indonesia belum terlalu tua. Bagi anda yang sekarang berusia 30 tahunan, rasanya baru kemarin anda pergi ke “warnet” yang dalam dua tahun terakhir ini jumlahnya semakin menurun.

Tapi bagi teman-teman yang sekarang masih SMP, SMA, atau sedang kuliah, internet terdengar seperti sesuatu yang memang sudah sedari awal mula ada. Dan ‘seharusnya’ ada sebagaimana hal-hal lumrah lain yang memang ada. Padahal kalau kita merunut sejarah internet di Indonesia ke belakang, maka angka tahun pertama kali internet mulai terbangun jaringannya, belumlah terlalu tua juga.

Ow, iya, sebelumnya, kalau anda googling dengan kata kunci “sejarah internet Indonesia”, maka dari 10 hasil pencarian yang muncul itu, sangat mungkin sumbernya adalah tulisan ini: http://arc.itb.ac.id/tentang-arc/sejarah-internet-indonesia/.

Ok, saya akan mencoba menguraikannya berdasarkan waktu kronologisnya ya…

Sejarah Internet di Indonesia

Loading...

Sejarah Internet Indonesia

  • 1987-1988: sekelompok mahasiswa Indonesia di Berkeley, Amerika Serikat, membentuk mailing list (milis) yang pertama, dengan alamat indonesians@janus.berkeley.edu. Dengan fasilitas milis ini, akhirnya Persatuan Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di luar negeri terbentuk.
  • 1988, 24 Juni: protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia (catatan whois ARIN dan APNIC). Jaringan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) dipakai untuk mengakses internet.
  • 1989: muncul beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB
  • Awal 90an: mulai terbentuk komunitas Paguyuban Network yang lebih bermodalkan semangat kerjasama, kekeluargaan dan gotong royong.
  • November 1990: ada tulisan berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di Kompas.
  • 1992-1994: RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo mulai membangun Internet Indonesia
  • 1994: IndoNet – ISP komersial pertama didirikan. Koneksi dilakukan dengan dial-up oleh IndoNet. Masih memakai mode teks dengan shell account, browser Lynx, dan Pine sebagai email client pada server AIX.
  • 1995: mulai mucul BBS dengan layanan Telnet ke luar negeri. Untuk mengakses http, pengguna memakai remote browser Lynx di AS.
  • 1995, Juli: Warnet pertama di Indonesia di bangun oleh PT BoNet Utama. Ini adalah ISP komersial ke dua di Indonesia. Warnet ini dibangun di sekitar kantor untuk memberi akses internet pada para turis luar negeri yang mengunjungi Kebun Raya Bogor.
  • 1996: ITB terhubung dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3)
  • 1997-1998: “warnet” secara luas mulai bermunculan di daerah-daerah.
  • 2000, 25 Mei: lahir asosiasi warnet Indonesia
  • 2006: Dikmenjur membangun jaringan SMK, yang menghubungkan lebih dari 4000 SMK dengan internet.

Untuk tahun-tahun terakhir ini, internet di Indonesia lebih banyak di isi dengan berita seputar pemblokiran situs porno, perang tarif data selular, dan lelang kanal komunikasi yang tak pernah jelas proses dan hasilnya itu. Hehe….

Kalau melihat trend penggunaan media internet di Indonesia saat ini, lebih banyak di dominasi social media. Bingung kan, ketika begitu banyak orang bisa mengakses situs jejaring sosial sampai begitu banyak, tapi ternyata selalu lupa password email sendiri.

Padahal dengan internet, ada banyak kesempatan dan kemudahan terbuka. Mulai dari sekadar mencari bahan belajar, hiburan, atau mencari uang.


Sebaiknya anda baca ini deh:


Hampir semua orang punya akun Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lain-lain. Tapi begitu bingung ketika tersesat di jalan, kan ada Google Maps. Sekadar berbagi lokasi melalui Whatsapp saja masih bingung. Hadew…. Belum lagi berurusan dengan group di WA dan BBM yang lebih banyak mengganggu saking banyaknya yang jualan. Bagaimana? Apakah anda termasuk orang yang menggunakan internet sampai maksimal?

Loading...

Jangan ragu untuk berkomentar ya....