dee-nesia
mencari dan berbagi

Periodisasi Sejarah di Indonesia

Periodisasi Sejarah di Indonesia | Sejarah memang tentang peristiwa yang telah terjadi. Supaya sesuatu bisa terjadi, dia membutuhkan dua hal, yaitu waktu dan ruang. Itulah kedua dimensi sejarah. Waktu – dimensi temporal, dan ruang – dimensi spasial. Indonesia sebagai bangsa dan negara mempunyai sejarah yang panjang. Berbagai peristiwa yang terjadi tercatat sebagai sejarah. Nah, saking banyak, panjang, dan kompleks itu, maka diperlukan periodisasi sejarah Indonesia.

Mengapa kita perlu belajar sejarah?

Terus, apa fungsi atau manfaat periodisasi sejarah bagi kita? Yang jelas bukan hanya supaya kita menjawab pertanyaan pada waktu ulangan sejarah saja. Yang jelas, sejarah adalah milik penguasa. Meskipun pelakunya dan yang terlibat di dalamnya tidak sempat mempunyai wewenang. Periodisasi dibuat oleh banyak peneliti. Dalam penelitiannya, bisa jadi terdapat banyak perbedaan yang mempengaruhi hasilnya. Belum lagi pandangan subjektif peneliti. Kalau mau lebih ekstrim, tentu saja pada waktu pembuatan periodisasi dan penulisan sejarah itu sendiri, tidak jarang penguasa melakukan intervensi dengan sensor, penghapusan, bahkan penolakan terhadap hasil penelitian sejarah itu. Sejarah – dia lentur dan mulur mungsret. hehe….

Periodisasi sejarah diartikan sebagai pembabakan atau pengurutan peristiwa berdasarkan waktu terjadinya. Ini bentuk paling objektif dari bentuk-bentuk pengkategorian peristiwa di dalam sejarah. Objektif? Semoga.

Berikut ini adalah periodisasi sejarah bangsa Indonesia dari masa prasejarah hingga era reformasi yang diambil dari berbagai sumber:

Loading...

Periodisasi Sejarah di Indonesia

Periodisasi Sejarah di Indonesia

Prasejarah

  • Pleistosen: Bentuk geologis modern Indonesia muncul, namun masih terpaut pada daratan benua Asia.
  • 2 juta sampai 500.000 tahun yang lalu: Indonesia dihuni oleh Homo erectus yang sering disebut sebagai “Manusia Jawa”.
  • 40.000 SM: Indonesia dikolonisasi oleh bangsa-bangsa Melanesia dan Australoid.
  • 3.000 SM: Bangsa Austronesia mulai mengkolonisasi Asia Tenggara.
  • 200 SM Kerajaan Hindu Dwipa Jawa diperkirakan eksis di Jawa dan Sumatera

Sejarah Awal

  • Abad ke-4: Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.
  • Abad ke-5: Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat.
  • 682: Prasasti Kedukan Bukit ditulis di Sriwijaya (Palembang, Sumatra Selatan).
  • 732: Dinasti Sanjaya didirikan menurut Prasasti Canggal.
  • 824: Candi Borobudur dibangun oleh Samaratungga dari Dinasti Syailendra.
  • 850: Candi Prambanan atau Rara Jonggrang dibangun.

1200-an

  • 1200-an: Islam mulai muncul di daerah Aceh.
  • 1222 Ken Arok menyerang kerajaan Kediri dan berhasil membunuh Kertajaya, kemudian mendirikan kerajaan Singhasari.
  • 1257 Baab Mashur Malamo mendirikan Kerajaan Ternate di Maluku
  • 1275-1290: Kertanegara melancarkan ekspedisi Pamalayu melawan Kerajaan Melayu di Sumatra.
  • 1292: Jayakatwang membunuh Kertanegara dan kerajaan Singhasari berakhir.
  • 1293: Mongolia menginvasi Jawa, Kublai Khan dari Dinasti Yuan mengirim serangan hukuman terhadap Kertanegara; dan pasukan Mongol berhasil dipukul mundur. Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya di Jawa Timur.

1300-an

  • 1309: Raja Jayanegara menggantikan Raden Wijaya sebagai penguasa Majapahit
  • 1328: Tribhuwana Wijayatunggadewi menggantikan Jayanegara sebagai raja Majapahit
  • 1350: Hayam Wuruk, yang bergelar Maharaja Sri Rajasanagara menggantikan Tribhuwana Wijayatunggadewi sebagai penguasa Majapahit; pemerintahannya dianggap sebagai ‘Era keemasan’. Di bawah perintah militer Gajah Mada, Majapahit membentang lebih luas dari Indonesia di masa modern.
  • 1365: Kakawin Jawa kuna Nagarakertagama ditulis.
  • 1377: Majapahit mengirimkan ekspedisi hukuman terhadap Palembang di Sumatra. Pangeran Palembang, Parameswara (kemudian dikenal Iskandar Syah) melarikan diri, dan menemukan jalan ke Malaka dan membangunnya sebagai pelabuhan internasional.
  • 1389: Wikramawardhana menggantikan Sri Rajasanagara sebagai penguasa Majapahit.

1400-an

  • 14041406: Perang Paregreg antara Bhre Wirabhumi melawan Wikramawardhana
  • 1415: Armada Laksamana Cheng Ho berlabuh di Muara Jati, Cirebon.
  • 1429: Ratu Suhita menggantikan Wikramawardhana sebagai penguasa Majapahit.
  • 1447: Kertawijaya, bergelar Brawijaya I menggantikan Suhita sebagai penguasa Majapahit.
  • 1451: Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II menggantikan Kertawijaya sebagai penguasa Majapahit.
  • 1453: Pemerintahan Rajasawardhana berakhir.
  • 1456: Girindrawardhana (atau Purwawisesa) menjadi penguasa Majapahit.
  • 1466: Singhawikramawardhana (atau Bhre Pandansalas, atau Suraprabhawa), menggantikan Purwawisesa sebagai penguasa Majapahit.
  • 1468: Bhre Kertabhumi (Prabu Brawijaya) atau dikenal dengan Brawijaya V menjadi penguasa Majapahit.

1500-an

  • 1511: Bangsa Portugis menaklukkan kota Melaka.
  • 1596: Bangsa Belanda pertama kali tiba di wilayah Nusantara ketika sebuah armada yang dipimpin oleh Cornelius de Houtman berlabuh di Banten.

1600-an

  • 1641: Pembantaian penduduk Kepulauan Banda oleh VOC untuk mendapatkan monopoli pala.
  • 18 November 1667: Perjanjian Bungaya ditandatangani di Bungaya, Gowa antara pihak Kesultanan Gowa dengan pihak Hindia Belanda.

1700-an

  • 9 Oktober 1740: Pembantaian warga Tionghoa di Batavia.
  • 13 Februari 1755: Perjanjian Giyanti di mana Kerajaan Mataram dibagi menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta.
  • 31 Desember 1799: Vereenigde Oost-Indische Compaigne (VOC) dibubarkan.

1800-an

  • 18031838 : Perang Padri
  • 18251830 : Perang Diponegoro
  • 26 Maret 1873 : Dimulainya Perang Aceh
  • 1894 : Perang Lombok

1900-an

Perang Dunia II

  • 11 Januari 1942 – Tentara Jepang tiba di wilayah Nusantara, tepatnya di daerah Kota Tarakan, Kalimantan Timur.
  • 1 Juni 1945 – Hari lahirnya Pancasila
  • 17 Agustus 1945 – Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
  • 18 Agustus 1945 – Sidang pertama PPKI menghasilkan tiga keputusan. Pertama, mengesahkan UUD 1945. Kedua, mengangkat Soekarno sebagai Presiden RI dan Hatta sebagai wakilnya. Ketiga, membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) untuk membantu kerja presiden.
  • 23 Agustus-2 November 1949 – Konferensi Meja Bundar dilangsungkan di Den Haag, Belanda antara Indonesia dan Belanda sebagai cara untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan.

Perang Kemerdekaan
  • 21 Juli-5 Agustus 1947: Belanda melancarkan agresi militer pertamanya.
  • 19 Desember 1948-5 Januari 1949: Belanda melancarkan agresi militer keduanya.

1950-an

  • 17 Januari 1948: Perjanjian Renville
  • 29 Januari 1950: Jenderal Sudirman meninggal pada usia 34.
  • 27 September 1950: Indonesia menjadi anggota ke-60 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • 1953: Borneo digantinama menjadi Provinsi Kalimantan, kemudian pada 1956 dibagi menjadi Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
  • 25 April 1950: Republik Maluku Selatan diproklamirkan di Ambon.
  • 18 April-24 April 1955: Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika dilaksanakan di Bandung.

1960-an

  • 24 Agustus-4 September 1962: Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV
  • 1963-1965: Konfrontasi dengan Malaysia
  • 27 Agustus 1964: Soekarno membentuk Kabinet Dwikora
  • 7 Januari 1965: Indonesia keluar dari keanggotaan PBB
  • 30 September 1965: Gerakan 30 September
  • 13 Desember 1965 Devaluasi Rupiah untuk mengendalikan inflasi
  • Oktober 1965-Maret 1966: Penumpasan PKI, mengakibatkan kira-kira setengah juta jiwa terbunuh.
  • 24 Februari 1966: Soekarno membentuk Kabinet Dwikora Yang Disempurnakan atau Kabinet Dwikora II
  • 11 Maret 1966: Penandatanganan Supersemar
  • 28 Maret 1966: Soekarno membentuk Kabinet Dwikora III
  • 11 Agustus 1966: Indonesia dan Malaysia sepakat memulihkan hubungan diplomatik
  • 28 September 1966: Indonesia kembali bergabung dalam PBB
  • 12 Maret 1967: Soeharto diangkat menjadi Pejabat Presiden Indonesia. Sukarno menjadi tahanan rumah
  • 27 Maret 1968: Soeharto resmi menjadi Presiden Indonesia.
  • 1969: Papua bergabung dengan Indonesia, setelah dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)

1970-an

  • 21 Juni 1970: Soekarno meninggal dunia dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur
  • 1970: Nurcholish Madjid (Cak Nur) mulai menyusun gagasan kontroversionalnya “Islam, Yes; Partai Islam, No”
  • 3 Juli 1971: Pemilihan Legislatif Indonesia yang kedua kali (pertama kali dibawah Orde Baru) dilaksanakan. Golkar menang.
  • 1973: Pemerintah menciutkan jumlah partai politik menjadi tiga. PDI (dari partai nasionalis dan Kristen). PPP (dari partai Islam). Sistem tiga partai didominasi oleh Golkar.
  • April 1975: Terjadinya perang sipil di Timor Leste
  • 7 Desember 1975: Indonesia melancarkan invasi ke Timor Leste
  • 17 Juli 1976: Timor Leste menyatu dengan Indonesia, menjadi Provinsi Timor Timur
  • 1976: Dimulainya Gerakan Aceh Merdeka

1980-an

  • Mei 1980: Petisi 50 yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto diterbitkan
  • 1982-1983: Terjadinya penembakan misterius (Petrus) yang menewaskan ribuan orang tersangka kriminal
  • 1983: Prabowo Subianto menikah dengan Titiek, putri Presiden Soeharto
  • Desember 1984: Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi Ketua Nahdlatul Ulama
  • 1985: Pemerintah mewajibkan semua orga