dee-nesia
mencari dan berbagi

Panduan Uji Sertifikasi Guru

Panduan Uji Sertifikasi Guru | Bapak ibu guru yang sekarang belum atau sedang akan menghadapi Uji Sertifikasi Guru, bisa jadi sedikit banyak merasa galau, hehe… Kira-kira akan seperti apa bentuk ujian dan juga soal yang diujikan nantinya sampai anda sekalian bisa lulus dan menjadi guru yang tersertifikasi. Ada banyak blog dan situs yang membahas persiapan Uji Sertifikasi Guru. Mereka menyediakan banyak sekali materi untuk anda. Mulai dari soal dan pembahasannya, alur atau tata cara dan tahapan menjadi peserta Sertifikasi Guru, dan sebagainya.

Sebenarnya tidak ada yang perlu anda takutkan atau membuat galau. Dari yang pernah saya alami, soal-soalnya standar saja. Asal anda menguasai materi yang sudah biasa anda ajarkan di kelas kepada para siswa, dan menguasai materi kependidikan, anda akan mampu mengerjakan soal-soal tersebut dengan lancar. Hanya saja, yang kemudian menjadi tantangan adalah waktu dan jumlah soal yang diujikan. Misalnya pada UKA atau Uji Kompetensi Awal. Saya lupa jumlah soal dan waktunya. Tapi waktu itu sempat menghitung kalau kira-kira 1 soal itu hanya punya jatah waktu 1 menit mengerjakan. Dipotong waktu persiapan, mengisi data diri, dan menyesuaikan dengan format penulisan soal, dll, kira-kira 45 detiklah untuk satu soal. Rasanya panas sekali di otak. Haha…. Meski ketika sudah selesai, kita sadari kalau sebenarnya soalnya standar. Tidak menilai lebih dari yang bapak ibu guru sudah seharusnya ketahui. Tidak melenceng dari kisi-kisi Uji Sertifikasi Guru yang biasanya sudah diberitahukan sebelum pelaksanaan ujian tersebut. Jadi intinya, santai saja.

Mengapa santai saja menghadapi Uji Sertifikasi Guru?

Jujur saja, sedari awal, saya tidak berharap banyak dengan proses dan uang sertifikasi guru ini. Prosesnya terlalu berbelit dari sisi birokrasi. Proses PLPG yang acak-adul, menunggu keluarnya sertifikat padahal sudah dinyatakan lulus. Mengurus administrasi ke Bank yang tidak jelas perintah dan syaratnya. Rawan korupsi pokoknya. Hadew….

Setelah sertifikat saya keluar (sejak Desember 2012 lalu) ternyata baru bulan lalu cair, dan itupun cuman 4 bulan. Lha yang sebelumnya kemana? Tanya sana-tanya sini, urus ini urus itu, dan semua cuman main ping-pong saja. Sumpah itu membuat jengah. Malah seperti mengorupsi semangat mengajar. Akhirnya, saya putuskan untuk ndak ngreken  itu sertifikasi. Jengah pol!

Loading...