dee-nesia
mencari dan berbagi

Mitos Seputar Baterai Laptop, Smatphone, dan Tablet

Anda mengalami masalah dengan baterai nge-drop? Di charge sebentar sudah penuh, tapi begitu dipakai sebentar sudah habis lagi? Atau baterai menggembung bak masuk angin berat? Hehe …. Sebagai bagian penting dari perangkat elektronik sehari-hari, seperti laptop, smartphone, dan tablet, rasanya bisa mual-mual kalau baterai sudah seperti itu.

Meskipun teknologi pembuatan baterai berumur lebih lama dari lahirnya perangkat yang saya sebut tadi, ternyata dalam perkembangannya, teknologi baterai berkembang tidak secepat saudara-saudaranya itu. Entah sebentar lagi, ketika era device melengkung mulai dikembangkan, seperti LG G Flex dan Samsung melengkung yang sedang ramai dibicarakan itu, mungkin teknologi baterai akan lebih cepat berkembang dan applicable.

Selain perkembangan teknologi baterai yang lambat, tumbuh juga kesalah-pahaman orang tentang baterai. Ini kayaknya wajar. Dengan perkembangan yang lambat, orang terlanjur biasa dengan cara memperlakukan baterai lama. Ketika ada baterai jenis baru, perlakuan dan anggapan tentang baterai lama itu masih tetap ada, dijaga, dan dilestarikan. Saking lamanya mereka bercokol di otak kita. Jadilah, baterai jenis baru tetap diperlakukan dengan perlakuan yang sama. Muncullah mitos-mitos keliru tentang baterai. Kebanyakan mitos tersebut, bukan hanya tidak perlu untuk baterai jenis baru, tapi juga cenderung membahayakan baterai baru ini. Mau tahu? Baca terus…

Biarkan baterai habis, baru recharge