Mengapa Password Windows Itu Percuma?

Cara apa yang anda pakai untuk mengamankan data di Windows? Pasang password sehingga tidak sembarang orang bisa masuk dan menggunakan komputer baik PC maupun laptop kita dengan mudah. Itu saja? Cukup-kah? Atau masih perlu cara lain supaya data yang kita simpan di dalamnya benar-benar aman?

Ada yang aneh dengan cara Windows memperlakukan password login-nya. Pada saat pertama kita install Windows versi berapapun, kita diminta untuk memasang password untuk login. Dan pilihannya sungguh mudah, boleh di pasang boleh tidak. Berbeda dengan Ubuntu yang mewajibkan password begitu kita menginstallnya. Mengapa memasang password di Windows cuman bersifat optional? Perkiraan saya sih, ‘mungkin’, pertama, karena Windows tidak hanya dibuat bagi mereka yang advanced- yang benar-benar peduli dan membutuhkan keamanan ketat untuk data mereka. Kebanyakan pengguna akan merasa tidak nyaman kalau tiap kali menyalakan laptop harus mengetik password. Toh, buat mereka yang membutuhkan keamanan data lebih bisa memasang password. Kemungkinan kedua, karena password di Windows itu hampir tidak ada gunanya, sia-sia, dan percuma. Kog bisa?

Password Windows hanya menolong orang-orang jujur supaya tetap jujur, menjaga anda dari kemungkinan orang-orang yang tidak anda kehendaki mengakses komputer anda. Nah, kalau laptop anda hilang, dicuri, atau di tempat servis? Hilanglah sudah keamanan data anda sepenuh-penuhnya.

Hmmm, apa yang bisa terjadi dengan data anda kalau laptop anda hilang dan pengamanan yang sudah anda pasang hanyalah password login Windows saja?

Seperti ini, password login Windows itu hanya mencegah seseorang untuk login menggunakan user account anda ketika orang tersebut berada di depan komputer anda, catatannya: ada keyboard dan komputer anda bisa booting. Ok, taruhlah komputer anda itu sebuah PC dengan casing tertanam, sehingga perlu usaha berlapis untuk mengeluarkan hard disk-nya. Komputer dinyalakan dan password menjaga anda dari pencurian data. Aman sudah. Bagaimana kalau data anda sangat penting, sehingga pencuri tersebut begitu sangat amat menginginkannya?

Sebenarnya, begitu seseorang secara fisik bisa mengakses komputer anda, password Windows anda itu sama sekali tidak berdaya. Dengan mudah, seseorang bisa mengambil data dengan cara booting via Linux Live CD atau Windows Installer To Go dalam sebuah flash disk. Dengan cara ini, orang itu bisa mereset password Windows baik melalui Linux Live CD atau WIndows Installer To Go. Dan … mereka bisa bisa dikatakan sanggup melakukan apapun atas data anda.

Nah, kalau mau lebih aman, cobalah memberi password pada BIOS anda, supaya jika tidak mudah untuk mengubah urutan booting. Tapi memang tidak banyak pengguna yang melakukan ini.

pilihan booting di BIOS

Loading...
Ok, sekarang BIOS sudah diberi password. Jadi kemungkinan orang mengubah urutan booting dan booting dengan live CD atau USB Windows Installer sudah aman. Apa lagi?

Kalau data anda super penting, maka setelah langkah diatas gagal, kemungkinan pertama, sang pencuri akan nekat mengambil paksa hard disk di dalam CPU, dan memasangnya di CPU lain, dan… anda hanya bisa mengucap selamat tinggal pada data-data anda. Atau jika waktu cukup dan dia cukup pintar, bisa jadi dia akan mereset BIOS anda dan melewati password BIOS dengan gampang. Ada banyak tools yang tersedia di internet untuk melakukan hal ini, seperti Offline Windows Password Editor.

Terus apa dong gunanya password Windows?

Password login Windows bukanlah tanpa guna. Ia sama seperti kunci rumah kita, hanya berguna untuk membuat orang jujur tetap jujur. Jika ada orang-orang di sekitar anda yang entah iseng atau ingin mengintip sedikit file buku harian anda di laptop, mereka akan sedikit sungkan.

Jika pencuri yang mengambil laptop anda hanya untuk menjualnya lagi, dan tidak secara spesifik mengincar data anda, maka password login Windows bisa membuktikan urgensitas keberadaannya.

Lain halnya kalau pencuri itu memang mengincar data personal anda, mereka pasti akan berusaha mendapatkan file anda, booting melalui OS lain, atau installer via USB.

Terus supaya benar-benar aman bagaimana? Baca: Cara Paling Gampang Mengamankan Data di Laptop

Loading...