Kekurangan Kamera Mirrorless Yang Bisa Membuat Anda Menyesal Membelinya

Kamera mirrorless memiliki banyak sekali kelebihan dibandingkan dengan kamera DLSR. Ada banyak sekali yang mengulas segala kelebihan kamera mirrorless dalam bentuk tulisan atau video di Youtube. dee-nesia tidak menyanggah semua puja dan puji untuk kamera mirrorless itu. Toh, pada dasarnya, dee-nesia juga setuju dengan kata mereka.

Tetapi, seperti juga produk kamera yang lain, kamera mirrorless juga memiliki dua sisi itu. Kelebihan dan kekurangannya.

Untuk yang membahas kelebihan kamera mirrorless, ada banyak referensi yang bisa anda baca. Salah satunya ini (klik).

Jadi, buat anda yang sebelumnya sudah terlanjur percaya dan siap merelakan sebagian (besar) simpanannya untuk meminang kamera mirrorless dalam waktu dekat ini, ya maaf, kalau posting ini malah akan membuat anda jadi ragu.

Untuk yang ingin tahu kekurangan kamera mirrorless, silahkan lanjut bacanya ya….

Kekurangan Kamera Mirrorless Yang Bisa Membuat Anda Menyesal Membelinya

Ganti haluan ke mirrorless artinya ganti koleksi lensa juga

Untuk jajaran kamera mirrorless kelas entry dan mid end, memang soal harga terlihat kurang lebih sama, atau malah ada kesan lebih mahal dibandingkan kamera DSLR dari kelas yang sama.

Tapi untuk mirrorless kelas atas, harganya malah lebih murah jika kita carikan kamera pembanding yang berjenis DSLR, plus kemampuan yang lebih baik terutama dari sisi perekaman video resolusi tinggi sampai 4K.

Masalahnya, kalau sebelumnya anda sudah memakai kamera DSLR dengan sepenuh hati, maka kemungkinannya anda juga sudah melengkapinya dengan senjata tambahan berupa koleksi lensa yang kalau anda total, lebih mahal dari unit kamera anda itu sendiri.

hNah, kalau anda pindah beneran ke mirrorless, mau dikemanakan itu koleksi lensa? Di lego ya eman. Disimpan saja kog ya tidak ada gunanya.

Padahal, kamera mirrorless juga akan lebih maksimal kalau dilengkapi dengan lensa yang bersesuaian. Tidak hanya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda, tapi juga sesuai dengan unit mirrorless anda itu.

Untuk anda yang ‘rela’, maka penggunaan adaptor lensa masih bisa memaksa lensa-lensa anda itu digunakan pada mirrorless. Tapi yang namanya adaptor, ya tetap berbeda dengan jika anda menggunakan lensa yang memang dibuat untuk unit anda.

Adaptor lensa ini anda juga harus beli terpisah lagi. Harganya bervariasi, mulai dari sekadar puluhan ribu sampai satu jutaan. Kalau tidak percaya, baca dulu Daftar Harga Adaptor Lensa Canon, Nikon, Sony, dan Panasonic.

Pun sampai saat ini, banyak pengguna mirrorless Sony yang beranggapan bahwa Sony belum pernah membuat lensa zoom tele yang benar-benar bagus untuk digunakan memotret di alam liar.

Baterai kamera mirrorless itu rata-rata buruk

Bagi kebanyakan pengguna, soal kinerja baterai mirrorless yang buruk ini adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan. Dan mungkin, baterai kamera mirrorless dari Sony adalah yang paling parah.

Meski banyak yang yakin, bahwa masalah ini akan segera teratasi dalam waktu dekat berkat pengembangan dan penelitian terus menerus dari pihak pabrikan untuk mendapatkan baterai yang lebih baik. Saya sih tidak terlalu yakin.

Untungnya adalah bahwa hampir semua kamera mirrorless mendukung pengisian ulang melalui USB. Bisa juga mengandalkan tenaga dari sana, termasuk juga baterai tambahan.

Seumpama tanpa kemungkinan tambahan opsi tenaga tadi, bisa dipastikan anda lebih banyak frustasinya hanya gara-gara kehilangan momen karena kehabisan baterai.

Baru-baru ini, Fuji telah mulai menggunakan USB power untuk kamera mirrorless terbaru mereka seperti Fuji XT-2. Demikian juga Panasonic. Hmmmm, untuk Sony, masih belum terlihat upaya jelasnya.

Menu kamera yang kompleks dan ribet

Jika dibandingkan dengan menu yang hadir di kamera DSLR, memang menu di mirrorless terlihat lebih simple. Tetapi, tetap saja masih terlalu kompleks untuk bisa digunakan dalam waktu cepat. Utamanya Sony, yang seringkali menempatkan opsi jauh berada di dalam sub menu.

Jika saja, ada fitur yang memungkinkan pengguna melakukan kustomisasi untuk lebih banyak fungsi dan tombol, tentu akan lebih nyaman lagi digunakan.

Kamera mirrorless butuh waktu untuk booting

Kamera mirrorless juga memiliki kekurangan dari sisi waktu yang dibutuhkan sampai dia siap digunakan sejak tombol on diaktifkan. Jika dibandingkan dengan DSLR, mirrorless memang butuh waktu lebih lama. Setidaknya sampai saat ini.

Kamera mirrorless itu lebih cepat ‘terasa’ jadul

Tidak. dee-nesia tidak membahas model bentuk luar kamera mirrorless yang rata-rata mengambil desain retro sehingga terlihat seperti kamera dari tahun 70 atau 80an itu.

Ini lebih tentang teknologi yang dibawanya.

Dalam dunia fotografi, teknologi yang digunakan oleh kamera mirrorless relatif sangat cepat berkembang dan berubah. Bandingkan dengan siklus produksi kamera DSLR yang terlihat tidak banyak berubah dalam waktu 5 tahunan itu.

Kamera mirrorless yang anda beli dua tahun lalu, sudah tidak sanggup dibandingkan dengan seri yang dirilis sekarang.

Jadi, dengan kamera mirrorless, anda akan lebih cepat merasa perlu mengupgrade unit, dibandingkan dengan jika anda menggunakan DLSR. Memang model baru tidak dengan serta merta bisa dipastikan membawa peningkatan signifikan dari sisi hasil jepretan foto atau perekaman videonya. Tetapi, anda tentu paham juga, bahwa kalau anda punya uang (atau tidak), dorongan nafsu untuk membeli perangkat terbaru itu bisa sangat besar.

Kesimpulan

Ringkasnya adalah bahwa berpaling dari DLSR ke mirrorless harus dihitung bukan hanya dengan membandingkan harga unit yang setara dari masing-masing jenis, tetapi juga musti melihat semua konsekuensi yang mengikutinya.

Pindah dari DSLR ke mirrorless berarti anda juga harus menyiapkan dana untuk set lensa yang baru, beberapa kartu memory kelas atas yang mendukung bit rate ekstra tinggi untuk merekam video 4K, baterai cadangan baru, power bank, charger, adaptor lensa, speedlight, microphone, tas, rig, dan banyak barang lainnya. Anda bisa dengan segera menggelengkan kepala yang terasa berat itu.

Ok, itu kalau anda adalah fotografer beneran yang setidaknya akan butuh dua unit sebagai antisipasi.

Bagi kita yang menganggap fotografi sebagai hobi nomor sekian, tentu masih akan dengan rela menabung, menunggu, dan ujung-ujungnya berkompromi untuk menambahkan perangkat penunjangnya.

Ke depan, tampaknya memang kamera mirrorless akan semakin diterima dan menggeser kamera DLSR yang megap-megap melawan mirrorless di sisi perekaman video 4K dengan bitrate tinggi. Canon cukup pede dengan seri EOS-M, sementara Nikon sepertinya menyerah dan membuat strategi lain untuk menghadapi persaingan karena Nikon 1 mirrorless-nya yang gagal di pasaran.

dee-nesia yakin anda punya pendapat sendiri tentang kamera mirrorless ini. Apakah kelemahan dan kekurangan kamera mirrorless tadi membuat anda semakin ragu atau sebaliknya? Saya tunggu komentarnya ya….

Loading...
One Comment

Jangan ragu untuk berkomentar ya....