Jangan Lakukan Ini Di Facebook – Atau Anda Akan Bermasalah

Share posting ini supaya temanmu tahu kalau kamu tahu....

Sudah terlalu sering rasanya kita membaca hanya karena update status di Facebook, seseorang sampai dipecat dari pekerjaannya, di bully habis-habisan oleh pengguna yang lain, atau bahkan harus menghadapi sidang di pengadilan dan akhirnya dipenjara. Ok. Bisa jadi anda mengira atau punya anggapan bahwa mereka itu berlaku berlebihan dengan status mereka di Facebook atau akun media sosial yang lain. Jadi wajar, pantas, dan layak menerima sanksi sosial sampai pidana karena apapun itu, setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakan dan perkataan mereka, termasuk status mereka di media sosial. Ok. Bisa jadi itu benar. Kita tidak akan mendapat masalah kalau kita normal-normal saja menggunakan Facebook. Normal? Senormal apa? Agak susah ya mengukurnya. Indikator normal ini seperti apa? Apa sih yang boleh dilakukan di Facebook? Dan tentu saja, apa yang tidak boleh dilakukan di Facebook?

Ok, sekarang coba kita lihat hal apa saja yang tidak boleh dilakukan di Facebook. Ya, minimal supaya kita lebih aman, nyaman, dan menikmati hubungan kita dengan orang lain di jejaring sosial ini. Bukan malah menjadi korban penipuan, atau berperang urat syaraf dengan teman hanya gara-gara update status yang konyol.

Facebook Logo Flat
Apa saja yang tidak boleh dilakukan di Facebook?

Mengomentari berita tanpa membaca beritanya.

Ini yang akhir-akhir ini banyak terjadi. Begitu melihat ada orang yang berbagi tautan dengan judul posting menantang dan provokatif, segera saja kita berkomentar dengan nada menghakimi. Biasanya sih posting tersebut terkait dengan isu agama dan politik. Itu memang topik yang sangat sensitif di masyarakat kita.

Yang sebaiknya kita pahami adalah bahwa setiap situs atau blog itu sekarang yang dikejar pertama adalah traffic. Dan ini cara yang umum dilakukan. Memelintir berita. Menulis judul posting yang alay dan lebay supaya orang mudah tertarik melihat postingannya. Ujung-ujungnya? Iklan. Hehe….

Update status dan berkomentar dengan kata-kata kasar.

Menjadi emosi terhadap sesuatu itu wajar. Tapi jika kita bisa memilih diksi yang tepat dan tidak terpancing untuk menggunakan diksi murahan, orang lain, meskipun mereka tidak kenal anda secara pribadi, akan lebih mudah untuk menghormati kita. Kalau sudah terbiasa begitu, kira-kira apa bedanya anda dengan orang-orang yang anda serang? Kan? Jadi? Santai sajalah…

Update status Facebook atau komentar itu bisa menunjukkan kira-kira pribadi anda itu orang yang seperti apa. Apa benar anda ingin terlihat seperti yang anda omongkan itu? Yakin? Hehe….

Mengunggah foto resolusi tinggi

Terlebih jika itu adalah foto diri atau foto orang-orang terdekat anda – anak, istri, orang tua – sebaiknya ndak usah diunggah-lah. Jikapun anda merasa itu perlu, jangan sertakan informasi yang lengkap pada foto tersebut. Upayakan juga anda sudah menurunkan resolusinya. Jadi, jika ada orang yang hendak menguthak-athik foto tersebut akan kesulitan. Kalau pakai foto resolusi penuh, wadew…. Sekarang ini terlalu banyak orang pintar yang usil – dan terkadang jahat – yang bisa menggunakan foto anda untuk kepentingan mereka. Dan jelas – anda yang merugi.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah posting di Facebook sehubungan dengan ini. Inti ceritanya begini: Seorang ibu mengupload foto anaknya yang baru masuk sekolah. Dia juga menambahkan deskripsi betapa senang dan bangganya dia bahwa anaknya ternyata sudah besar. Tak lupa dia menambahkan nama sekolahnya. Sesuatu yang biasa dan wajar kita lakukan. Siangnya, ibu tersebut menjemput anaknya. Tapi ternyata sudah ada orang lain yang lebih dahulu membawa anak kesayangannya tadi. Entah dibawa ke mana. Sore harinya, ada seseorang menelepon dan meminta uang tebusan.

Bagaimana jika ternyata orang itu tidak meminta tebusan tapi menjual anak tersebut ke seorang pedofil? Atau menjual organ tubuhnya? Atau kemungkinan buruk lainnya?

Untuk hal seperti ini, rasanya lebih baik kita sedikit paranoid, dari pada menganggap bahwa hal semacam ini hanya terjadi pada orang lain, di kota lain, atau di benua yang lain. Nyatanya, ini bisa saja terjadi pada kita.

Menandai – menge-tag – orang ketika mengupload foto atau update status

Ini yang biasa dilakukan online shop kacangan yang memaksa orang melihat produknya dengan cara memberi tag semua orang yang ada di lingkaran pertemanannya. Dari beberapa yang sempat saya amati, kebanyakan yang seperti itu dilakukan online shop gadungan dengan tujuan utama menipu. Ada juga yang melakukan hacking terlebih dahulu atas akun-akun tertentu untuk kemudian menyebarkan barang dagangannya itu. Dan saya yakin, anda tidak pernah rela wall anda penuh iklan semacam itu.

Saya sendiri pernah melakukannya. Saya punya foto yang bagus, yang saya ambil sendiri dengan kamera HP, dan karena merasa ada seorang teman – tidak terlalu dekat sih – yang menurut saya pasti akan suka dengan foto tersebut, saya tag-lah dia. Apa yang kemudian dilakukannya? Dia minta dengan segala hormat saya meng-untag dia dari foto tersebut. Padahal, dia sendiri kan bisa melakukannya jika memang tidak mau. Tapi rupanya beliau ini orang yang sangat sopan. Saya pun minta maaf. Dan setelah itu, saya tidak pernah lagi men-tagging orang yang tidak ada dalam foto yang saya upload. Teman saya itu berpendapat bahwa jika foto atau status atau apapun yang diunggah itu bagus, pasti orang akan menyukai dan tidak ragu untuk men-sharing-kannya dengan suka rela.

Memasukkan teman ke group tertentu

Biarpun anda yakin bahwa teman anda itu mempunyai ketertarikan dengan group tersebut, sebaiknya jangan pernah memasukkan dia dalam group tersebut. Cukup jika anda memberitahunya bahwa ada group yang bagus untuk teman anda itu. Pernah lihat public group tertentu yang tidak jelas? *****24. Ampun banget itu. Ini group tapi tidak ada diskusi, tidak ada file yang di share, tidak ada tanya jawab, tidak jelas admin-nya siapa, dan isinya cuman berita dari blog asalnya. Iya kalau blog-nya bagus, #eh… Dan kebanyakan yang menjadi member-nya itu orang-orang yang dimasukkan temannya. Bukan karena masuk sendiri. Hadew….

Membuka pesan dalam inbox yang isinya cuman link

Sekalipun jika yang mengirimi anda pesan itu orang yang anda kenal, sebaiknya berhati-hatilah untuk menge-klik link di dalam pesan tersebut. Terlebih jika itu dari orang yang baru anda kenal. Kalau link-nya sudah di pendekkan, wah, itu lebih berbahaya lagi. Kita jadi tidak bisa tahu ke mana link itu nanti akan membawa kita. Kalau cuman iklan, oke-lah bisa diterima. Tapi kalau kemudian itu link berisi virus atau malware? Bisa menjadi masalah yang serius.

Menyukai, menonton, klik link yang tidak jelas

Ada banyak cara ‘jahat’ untuk menjerumuskan orang di Facebook. Sederhana saja, beri link dengan anchor text atau foto yang menggoda atau provokatif, maka akan segera ada banyak orang yang terjebak. Dan biasanya ini berantai. Secara otomatis teman-teman anda akan tersangkut semua. Pernah lihat atau malah menjadi korban posting berisi gambar tidak jelas yang menawarkan video cewek mabuk itu kan? Kalau sudah seperti itu, bisa menjadi masalah besar. Malu, itu pasti. Dikomplain teman-teman dan musti menjelaskan berkali-kali. Mematikan semua posting yang seperti itu. Butuh waktu, tenaga, dan emosi yang tidak sedikit. Kan?

Bagaimana?

Loading...