Membuat Online Shop Sendiribaca tipsnya di sini....

Fitur Kamera Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli

Fitur Kamera Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli | Anda berniat membeli kamera baru? Hmmm, ada baiknya perhatikan beberapa fitur kunci kamera yang anda incar itu. Apakah sudah atau setidaknya mendekati keperluan anda. Harga tidak bohong, padahal anggaran kita seringkali terbatas, maka, mau tidak mau, kita musti ekstra cermat memilih, supaya dengan uang yang kita miliki kita bisa dapatkan yang terbaik.

Ok, mari kita lihat fitur apa saja yang harus kita perhatikan dan mengapa harus begini atau begitu.

Megapixel atau resolusi

Anda tentu sudah paham dengan yang satu ini. Jumlah pixel yang dimampatkan dalam sensor kamera menentukan akan seberapa bagus kamera ini menangkap detail gambar nantinya. Semakin besar nilai megapixel-nya, biasanya harganya juga semakin mahal. Kelemahan utama kamera yang megapixel-nya kecil adalah kemampuan menangkap gambar ketika keadaan kurang cahaya. Biasanya juga, nanti foto yang dihasilkan akan terlihat pecah ketika dilakukan perbesaran, semisal di layar laptop yang lebih besar atau dicetak melebihi 3R.

Tapi, untuk keperluan casual, bukan profesional, orang biasanya sudah tidak terlalu mempermasalahkan asal sensornya lebih dari 8 MP.

baca juga: Tips Membeli Kamera Yang Bagus

Kualitas Lensa

Lensa adalah bagian terpenting dari kamera anda. Baik ketika anda hanya menggunakan kamera point-and-shoot alias kamera pocket dengan lensa terpasang atau kamera dengan lensa yang bisa diganti-ganti (SLR). Lensa inilah yang menentukan apakah kamera anda bisa menangkap image yang tajam dalam rentang kondisi yang berbeda – dari keadaan low light atau menjepret objek yang bergerak cepat. Perhatikan lensa dengan aperture yang cepat (dengan angka f/stop yang rendah) dan juga perlu dilihat apakah ada fitur image stabilization.

kamera pocket terbaik

Loading...

Aperture

Secara sederhana, aperture dapat diartikan sebagai ukuran bukaan lensa. Pada kamera-kamera tertentu, semisal pada DSLR, kamera mirrorless, atau bahkan pada beberapa kamera pocket, kita bisa secara manual mengatur aperture-nya demi mendapatkan jumlah cahaya yang pas ketika menangkap gambar. Carilah lensa dengan nilai aperture yang sebisa mungkin besar – biasanya di tunjukan dengan nilai angka yang semakin kecil, misalnya f/2.8 atau f/1.8. Mereka mengijinkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam sensor, sehingga bisa menangkap gambar yang lebih terang, jelas, dan tajam ketika kekurangan cahaya sekalipun. Lensa seperti ini juga bisa mengaburkan latar belakang object sehingga bisa lebih terlihat menonjol.

Image Stabilization

Ini adalah teknologi yang membantu kita untuk mendapatkan gambar yang lebih fokus dan tetap terjaga kontrasnya ketika kita menjepret kamera dalam keadaan yang kurang stabil. Teknologi image stabilization sendiri muncul dalam dua bentuk, pertama, dari sisi lensanya (misalnya lensa yang punya kode IS di dalam namanya). Dan kedua, yang ada di sisi softwarenya, lebih dikenal dengan istilah digital stabilization. Tentu saja, optical stabilization, atau fitur stabilisasi yang tertanam di lensa bekerja lebih baik dari pada yang hanya ada di sisi software, karena stabilisasi optis secara fisik memang menggeser elemen di dalam kamera atau lensa untuk mengkompensasi getaran tangan kita. Fitur ini sekarang mulai muncul juga bahkan di kamera smartphone, misalnya pada Nokia Lumia 1020 atau LG G2.

Digital stabilization bekerja dengan memanfaatkan software di dalam kamera untuk mengkoreksi gambar, tetapi tentu saja hasilnya seringkali tidak bisa setajam silet, eh, setajam stabilisasi optis. Tetapi, karena murah, digital stabilization ini banyak digunakan, terutama pada kamera kelas bawah untuk menekan harga. Selain itu, teknologi digital stabilization ini bisa dengan mudah diaplikasikan pada kamera yang kecil-kecil, utamanya pada smartphone.

Focal Length

Apa arti Focal Length? Emmmm, sederhanya focal length adalah seberapa kemampuan lensa untuk membuat objek terlihat lebih dekat. Lensa zoom biasanya memiliki focal length yang bervariasi, sehingga mampu mengambil gambar wide-angle sampai close-up. Satuan yang dipakai untuk focal length adalah milimeter, sehingga anda jamak menjumpai lensa zoom telephoto bertuliskan 70mm-200mm pada badannya. Selain itu, juga dikenal spesifikasinya berdasarkan faktor perbesaran yang mampu diberikannya, misalnya 5x, 10x, atau 20x. Ada juga kamera yang disebut ‘primes’ yang memiliki focal length tetap, misalnya 35mm atau 50mm. Selain lebih fleksibel, lense prime umumnya menghasilkan kualitas gambar yang lebih bagus dan juga harganya lebih murah. Lensa prime yang bagus biasanya memiliki nilai aperture yang tinggi.

Tipe sensor dan ukuran

Sensor pada kamera berfungsi mengkonversi cahaya menjadi sinyal elektronis untuk membentuk gambar. Sensor yang lebih besar menghasilkan foto yang lebih baik. Sensor yang lebih besar memungkinkan kombinasi antara megapixel dan pixel yang lebih besar untuk menerima lebih banyak cahaya.

Sensor yang paling besar terdapat pada kamera yang memiliki sensor ‘full-frame’. Biasanya hanya ada pada kamera DSLR high-end. Mengapa disebut ‘full-frame’? Karena, memang secara fisik ukurannya hampir sama dengan sebuah film 35mm.

Berikutnya ada sensor APS-C. Ini sedikit lebih kecil dari sensor ‘full’’-frame’. Sensor jenis inilah yang paling umum digunakan pada kamera DSLR dan beberapa kamera mirrorless. Ada juga mirrorless kamera yang menggunakan sensor lebih kecil yang diberi nama Micro Four Thirds. Apakah itu yang terkecil. Ternyata bukan. Masih ada yang lebih kecil lagi, yaitu yang digunakan pada bridge camera. Ukurannya kurang lebih sama dengan yang ada pada kamera pocket. Sementara yang paling kecil adalah sensor yang digunakan pada kamera ponsel.

ISO

Istilah ini digunakan sebagai standar untuk menyebut sensitivitas film. Dan meskipun kita memakai kamera digital, hal yang sama tetap berlaku. Semakin tinggi nilai ISO di atur, semakin efektif pula kamera akan menangkap gambar pada keadaan kekurangan cahaya tanpa lampu flash untuk mendapatkan gambar yang alami. Tetapi, ada kompensasinya loh. Semakin tinggi nilai ISO, maka resiko gambar mengalami distorsi berupa ‘noise’ jadi lebih besar. Warna memang muncul, tapi juga disertai dengan bintik-bintik.

Pada nilai ISO 6400 misalnya, anda bisa mengambil gambar pada keadaan cahaya hampir nol dengan baik. Tapi noise yang muncul bisa dengan mudah membantu anda memutuskan untuk mendelete foto tersebut atau bertahan menyimpannya di memory card kamera. Keberadaan noise ini memang masih dipengaruhi oleh prosesor pengolah gambar di kamera dan kualitas sensor itu sendiri.

Shutter Speed

Shutter Speed adalah jumlah waktu yang diijinkan bagi shutter untuk membuka menerima cahaya masuk. Semakin sedikit waktunya, maka objek yang bergerak pun bisa ditangkap dengan jelas. Sebaliknya, semakin lama waktu bukaan shutter, maka resiko gambar menjadi blurry semakin besar juga, tetapi sensor kamera punya cukup waktu untuk mendapatkan cahaya lebih banyak.

Pengaturan shutter speed dilakukan dengan satuan satu detik per sepuluh atau seratus, dan sebagainya. Pada kecepatan shutter yang tinggi, anda bisa membekukan aksi objek anda. Ini sangat berguna bagi penyuka sport photography. Kamera DSLR terbaik bisa memiliki shutter speeed 1/8,000, yang akan sangat bagus digunakan ketika anda memotret balapan mobil misalnya.

Kemampuan merekam video

Pada kamera analog, kemampuan ini tidak bisa ditemukan. Pada kamera digital, rasanya ini suatu keniscayaan. Mulai dari kamera HP sampai kamera DSLR semua bisa merekam video. Tapi ada beberapa hal yang bisa membuat hasilnya sangat berbeda.

Shooting Rate (FPS)
FPS adalah jumlah frame yang mampu ditangkap dalam waktu satu detik (frame per second). Istilah FPS ini juga dikaitkan dengan kemampuan kamera untuk melakukan continuous shooting atau burst mode. Rata-rata sampai 10 fps. Semakin tinggi semakin baik, juga semakin mahal, hehe….

Resolusi rekam video

Hmmm, jaman berubah. Dahulu, menonton film dalam format VCD di layar TV itu sudah bagus. Setelah ada DVD, menonton VCD itu terasa aneh, terlebih sekarang sudah ada Blu-ray yang menghadirkan video pada resolusi full HD. VCD jadi terlihat aneh pakai banget.

Nah, sebaiknya kita juga memerhatikan kemampuan kemera untuk bisa merekam video sampai resolusi HD. Rata-rata sudah bisa sih, minimal pada 720p-lah. FPSnya juga harus diperhatikan, semakin tinggi semakin baik meski harus berkorban pada kapasitas storage yang harus disediakan.

Koneksi Wi-Fi

Bagi fotografer profesional, rasanya fitur ini terlalu memanjakan. Mending dikompensasi dengan fitur lain yang lebih berguna. Tapi, buat kita yang pengguna biasa, rasanya akan sangat bersyukur kalau kamera kita punya fitur ini. Kita bisa lebih mudah menghubungkan kamera dengan perangkat lain dengan jalur WiFi. Untuk melakukan sharing foto atau video ke situs jejaring sosial juga sangat mudah, asal tersedia jaringan WiFi yang cukup cepat. Sangat memudahkan proses. Jika anda sudah puas dengan foto yang anda ambil, anda bahkan tidak perlu lagi laptop atau PC.

Silahkan, buat anda yang punya tips lain, mohon disharingkan dengan berkomentar ya…. Kalau anda tidak punya waktu, ya, silahkan di Like atau di share…. Ok?

Loading...

Jangan ragu untuk berkomentar ya....