Fase Perkembangan Anak Usia 1 – 5 Tahun

Pertumbuhan anak usia 1 – 5 tahun sangat dinamis. Ini adalah usia dimana perkembangan fisik – motorik, kognitif, dan bahasa anak sedang berada dalam fase yang sangat ideal. Dengan mengetahui fase perkembangan anak usia balita maka orangtua bisa dengan tepat memberikan pola pengasuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Harapannya tentu agar anak bisa berkembang dengan optimal dan segera mendapatkan tindakan yang sesuai jika ternyata ditemukan masalah dengan perkembangan fisiologis dan psikologisnya. Konsultasi ke dokter atau tenaga profesional yang kompeten di bidangnya sangat disarankan.

Fase Perkembangan Anak 1 – 5 Tahun

Fase Perkembangan Anak Usia 1 - 5 Tahun

Perkembangan anak 1 tahun

Anak berusia satu tahun pada umumnya sudah memiliki kemampuan untuk:

  • berdiri dan berjalan tapi belum terlalu lama dan masih memerlukan tangan untuk berpegangan
  • mengubah posisi dari tiduran telentang ke miring, sampai berguling
  • mengubah posisi dari tiduran, duduk, berdiri, dan duduk lagi
  • menyampaikan keinginan dengan menangis
  • mulai belajar menirukan bunyi dengan bahasanya sendiri dengan kosa-bunyi terbatas
  • mulai bisa merespon pertanyaan sederhana
  • menirukan dan merespon melalui perubahan mimik wajah, tersenyum, tertawa
  • mulai mengaktifkan fungsi motorik kasar menggunakan tangan dan jari untuk melambai maupun memegang benda-benda yang relatif besar
  • mulai belajar makan sendiri
  • mulai bisa memilih untuk dekat atau asing terhadap orang-orang tertentu

Perkembangan anak 2 tahun

Pada usia dua tahun, pada umumnya anak akan memiliki kemampuan untuk:

  • berjalan, berlari, melompat, sangat tertarik untuk memanjat naik – turun meja, kursi, atau pagar
  • tertarik untuk memindahkan barang dengan melempar atau menendang, mengeluarkan dan memasukkan barang-barang dari / ke wadah
  • berbicara dengan cukup jelas dari sisi pengucapan maupun strukturnya
  • mulai bisa mengungkapkan keinginan, penolakan, persetujuan, dan pertanyaan sederhana
  • mengenal dan menyebutkan bagian tubuh dengan tepat
  • mengenali dan mempertahankan hubungan emosional dengan orang-orang tertentu
  • menyadari posisi orang lain sebagai orang tua, saudara, kakek – nenek, teman, atau sama sekali orang lain
  • mulai tertarik dengan warna dan bentuk tertentu dengan memilih warna dan mencorat-coret secara acak dan bebas
  • mengenali bentuk, warna, dan suara untuk mengidentifikasi sesuatu
  • mengenali dan memahami instruksi dan larangan sederhana

Perkembangan anak 3 tahun

Pada umumnya, perkembangan anak 3 tahun akan terlihat memiliki kemampuan untuk:

  • berjalan, berlari, memanjat, dan melompat lebih jauh
  • memiliki keseimbangan yang cukup baik semisal bisa berdiri dengan satu kaki selama 1-3 detik
  • mengenali macam-macam jenis warna yang cukup kompleks
  • berhitung benda-benda yang akrab dengannya antara 1-10
  • mampu membuat kalimat sederhana terdiri dari 2 sampai 5 kata dengan jelas
  • keingintahuan mulai didukung oleh kemampuan menyampaikan pertanyaan
  • kemampuan motorik halus mulai terbangun dengan koordinasi tangan dan jari yang semakin baik sehingga bisa membuat coretan dengan bentuk yang dikenali – lingkaran, garis lurus, garis lengkung dan membuat sudut
  • melakukan beragam aktivitas harian secara mandiri, seperti makan dan minum
  • mulai tertarik dengan kegiatan menyusun, merangkai, ataupun membongkar
  • gigi sudah tersusun
  • keinginan dan kemampuan untuk meniru apapun yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya sangat kuat
  • mulai melakukan kegiatan keseharian secara mandiri, seperti berpakaian, makan, minum, menggosok gigi

Perkembangan Anak 4 Tahun

Pada perkembangannya, anak usia empat tahun sudah memiliki kemampuan untuk:

  • mulai tertarik untuk menyiapkan makanan dan minuman sendiri
  • mengenakan pakaian yang kompleks secara mandiri
  • bisa mandi dan menyikat gigi tanpa harus dipandu
  • kemampuan motorik halus berkembang sangat baik, bisa menggambar bentuk-bentuk dengan jelas, bisa menggambar orang, atau menirukan gambar sederhana
  • menggunakan peralatan sederhana, membuka dan menutup kunci
  • mengenali warna dengan baik
  • menanggapi pertanyaan kompleks dengan memberi penjelasan dengan jelas
  • menceritakan ulang cerita yang di dengar atau dilihat
  • melakukan aktivitas fisik (berjalan, berlari, melompat, berdiri dengan satu kaki, menendang, memukul, memindahkan barang, dll) dengan baik dan waktu yang cukup lama
  • mulai tertarik dengan kegiatan kompetitif dan melibatkan koordinasi motorik yang kompleks
  • mengenal konsep abstrak mengenai angka dan perhitungan sederhana
  • memahami perbedaan kenyataan dan fantasi sehingga bisa berpura-pura atau membuat teman fiktif
  • dengan sadar terlibat dengan emosi orang lain seperti senang, sedih, marah, bingung, atau cemburu jika ada yang dekat dengan orang-orang yang selama ini dekat dengannya

Perkembangan Anak 5 Tahun

Pada usia 5 tahun, rata-rata anak sudah memiliki kemampuan untuk:

  • melakukan koordinasi gerak yang kompleks untuk melakukan beberapa gerakan dalam satu waktu
  • menggunakan sendok dan garpu untuk makan
  • memasukkan detail kedalam gambar yang dibuatnya, seperti orang lengkap dengan pakaian dan detailnya
  • menyusun benda-benda secara sederhana
  • mengikuti beberapa perintah kompleks bersamaan
  • memahami konsep identitas diri secara lengkap, seperti nama sendiri, nama orang tua, alamat, dan nomor telepon
  • memahami konsep kata – kalimat, waktu (kemarin, sekarang, dan nanti), konsep angka dan operasi matematika sederhana seperti pertambahan dan pengurangan
  • mengenali ketertarikan kegiatan yang sesuai dengan bakatnya, seperti menari, menyanyi, memainkan alat musik, atau olah raga
  • terlibat lebih erat secara emosional dengan orang-orang tertentu

Kehadiran orang tua yang secara penuh mendampingi fase perkembangan anak usia balita 1-5 tahun sangat diperlukan. Pada usia ini, kemampuan anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang-orang disekitarnya berlaku, bertindak, dan berkomunikasi. Pada dasarnya anak tidak bisa diajari, tetapi mereka punya kemampuan sangat luar biasa untuk meniru. Sehingga jalan paling efektif untuk membimbing anak adalah dengan memberinya contoh yang sebaik-baiknya. Paling tidak, ini adalah fase khusus bagi orang tua untuk menjadi “sempurna” untuk bisa menjadi role model terbaik bagi anak.

0 Shares
tertarik dengan teknologi, gadget, internet, astronomi, anthropologi, sedikit politik, pendidikan, dan bisnis online

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.