Membuat Online Shop Sendiribaca tipsnya di sini....

Cara BackUp Data Android

Cara backup data Android | Data yang kita simpan di Android bisa hilang kapan saja. Biasanya sih karena ada masalah dengan kartu memory atau SD Card terpasang. Tidak jarang juga, data di Android hilang karena kita salah memberi perintah. Buat yang sudah advance mungkin merasa itu kejadian yang tidak mungkin terjadi. Tapi pada kenyataannya, ada banyak orang yang coba-coba menekan pilihan Erase SD Card di bawah menu Storage. Serius! Itu terjadi.

Dan karena panik, yang bersangkutan melakukan hal-hal yang sedianya mengembalikan data yang hilang tadi. Tapi karena keliru langkah, jadi semakin tidak bisa dikembalikan deh datanya. Hilang sudah banyak sekali foto dan video yang tersimpan di dalamnya. Celakanya lagi, semua file foto dan video tadi sama sekali belum di backup.

Kartu memory SD Card rusak menjadi faktor paling sering yang membuat kita kehilangan data. Silahkan baca dulu Kartu Memory Rusak, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Mengapa perlu backup data Android?

Karena hal-hal seperti di atas itulah kita perlu melakukan backup data di Android. Jika tidak mau mengambil resiko kehilangan data, maka backup ini hukumnya wajib, hehe… Kalau yang hilang itu file musik atau film hasil download, maka kerugian kita sangat minim. Paling-paling harus cari file itu lagi dan download lagi. Selesai. Lain ceritanya kalau yang hilang adalah file foto atau video yang kita jepret sendiri. Sekali hilang, kita tidak akan menemukannya lagi.

Selain untuk mengamankan data di Android, backup ini juga bisa membantu melegakan memory HP kita loh. Setelah kita backup, file yang ada di Android bisa kita hapus jadi tidak menuh-menuhin memory-nya. Lumayan banget buat yang punya Android dengan memory internal kecil dan merasa kartu SD kelas 10 itu harganya terlalu mahal.

Kapan sebaiknya data di Android di backup?

Tidak usah terlalu sering juga. Cukup jika anda melakukan backup menurut jarak waktu tertentu, semisal seminggu atau sebulan sekali. Kalau saya sih, biasanya melakukan backup setelah menjepret foto atau video dalam jumlah dan durasi yang lama. Soal data-data yang lain, aman. Karena rata-rata sudah tersinkron dengan akun Google dan layanan-nya.

Berikutnya, anda perlu backup data Android ketika anda hendak menjualnya. Setelah semua di backup, hapus semua file di dalamnya. Kalau perlu cabut saja memory cardnya. Pastikan tidak ada akun internet anda yang masih terhubung. Mudahnya ya direset ulang.

Data apa saja yang harus di backup?

Android menyediakan banyak kemudahan untuk urusan keamanan data kita. Bukan cuman aman dari pencurian data, tapi juga anti ribet. Karena hampir semua fitur keamanan tadi secara default dalam posisi aktif.

Yang utama sih foto dan video kita sendiri. Kalau aplikasi perlu di backup juga tidak? Emmm, kalau anda punya koneksi internet yang cepat dan murah, tidak perlu. Tapi kalau anda pakai koneksi yang berbasis kuota, sebaiknya di backup saja. Contact? Sama sekali tidak perlu di backup. Karena itu sudah otomatis tersinkron dengan akun Google. Jadi mudah deh.

Cara BackUp Data Android

hNah, sekarang caranya. Kita pisahkan dulu-lah supaya tidak bingung. Setidaknya ada dua cara backup data menurut tempat penyimpanannya. Yang pertama, backup data secara online dan yang kedua offline, maksudnya ke laptop.

Layanan Online Backup Data Android

Untuk urusan membackup data ini, sebenarnya kita tidak perlu repot-repot mencari aplikasi pihak ketiga. Google sudah menyediakannya untuk anda. Dan semuanya gratis. Sementara aplikasi lain kan berbayar.

Backup Contact dan Aplikasi

Supaya seluruh contact dan aplikasi yang sekarang terinstall akan aman terbawa akun Google anda, silahkan buka Setting> Backup & Reset>> centang pada opsi Back up my data, pastikan ada akun gmail anda pada opsi Backup account, dan centang juga pada Automatic restore. Sudah aman.

Backup Foto dan Video

Nah, sekarang untuk membackup foto dan video, silahkan install Google Photos. Anda bisa mendownload-nya di Google Play Store. Kalau mau yang lain, anda juga bisa memanfaatkan fasilitas serupa dari Flickr. Anda juga bisa langsung unggah video pilihan anda ke Youtube. Tinggal tambahkan judul dan deskripsi yang pas, anda malah bisa langsung coba daftar membuat akun Adsense via Youtube. Jadi bukan sekadar membackup video, tapi sekaligus cari uang dari video anda sendiri. Asik kan?

Backup data Android offline

Kita bisa melakukan backup data Android offline dengan mudah. Ada beragam aplikasi yang punya kemampuan melakukan backup seperti itu. Saya sendiri lebih mengandalkan aplikasi bawaan Android. Selain gratis dan mudah. Kemampuannya juga tidak kalah dengan aplikasi backup data pihak ketiga yang berbayar.

Untuk melakukannya, anda tinggal pilih aplikasi Back up & Restore, lalu centang saja yang anda ingin backup, kemudian tekan pada Backup Now. Selesai.

Cara Backup Data Android Dengan Aplikasi Bawaan
Cara Backup Data Android Dengan Aplikasi Bawaan
Loading...

Anda juga bisa menggunakan aplikasi gratis ES File Explorer. Sama saja caranya, tinggal pilih pada User Apps, pilih aplikasi yang mau di backup, dan lakukan backup. Masalahnya, file backup tadi akan ditaruh di internal memory. Ini bisa besar sekali. Terutama ketika anda sudah menginstall banyak aplikasi.

Cara Backup Aplikasi Android Dengan ES Explorer
Cara Backup Aplikasi Android Dengan ES Explorer

Supaya lega, ya buatkan folder khusus di kartu memory eksternal, cut folder backup dari memory internal lalu paste di kartu memory. Intinya begitu.

hNah, nanti kalau mau backup data beneran ke laptop tinggal dicopy saja, atau kalau lebih menghemat tempat di Android ya di cut lalu pindahkan ke hard disk di laptop dengan bantuan kabel data.

Loading...

Jangan ragu untuk berkomentar ya....