Alasan Mengapa Tidak Perlu Selalu Membeli Yang Terbaru

Setiap kali ada smartphone baru, OS baru, aplikasi versi terbaru, dan kita seperti ditunjuk-tunjuk untuk membeli atau memperbaharui sistem karena iklan bilang versi terbaru itu datang dengan sejuta fitur baru, kalau tidak melakukan upgrade anda akan rentan terkena virus, dan sebagainya. Ok, sebagian memang penting untuk selalu mendapatkan versi terbaru, misalnya update antivirus dan FlashPlayer, lainnya? Tidak harus, setidaknya tidak secepat apa kata iklan. Karena sebenarnya, anda tidak perlu yang terbaru.

Mengapa Tidak Perlu Beli Yang Terbaru?

Karena dalam waktu dekat, biasanya pembuatnya akan membuat versi perbaikan dari produk yang anda beli. Dan anda akan menginginkan versi perbaikan ini, dan dengan ditambah iklan beserta review yang ditulis orang-orang, anda semakin yakin untuk membelinya. Dan dengan membelinya, bisa jadi anda akan merasa puas karena menggunakan produk terbaru.

Dalam beberapa minggu, baru anda merasa ternyata produk baru yang baru saja anda beli itu ternyata kurang lebih sama saja dengan gadget anda yang lama, atau lebih buruk, kinerjanya tidak seperti yang anda harapakan dan malah tidak bisa memenuhi keperluan anda seperti gadget anda yang lama. Dan, bagian terburuknya adalah anda sudah terlanjur membelinya.

Tapi tentu saja, yang saya tulis di atas itu hanya perkiraan dari apa yang mungkin terjadi jika anda membeli produk baru.

iklan: they can be so deceiving

Loading...

Sisi Buruk Semua Yang Baru

Kita sudah terbiasa mendengar segala keuntungan jika kita membeli produk baru. Iklan dan hiruk-pikuk pemberitaan di media tentang rilis suatu produk itu bisa mengalahkan berita politik sekalipun. Kita selalu didengungi secara berulang bahwa yang baru itu yang bagus.

Dan mereka itu, para produsen dan pembuat iklan, seperti sengaja dan sistematis menghalangi informasi tentang sisi buruk produk baru itu. Ini tidak tentang produk tertentu, tapi semua yang baru. Coba amati list berikut ini:

  • Informasi yang sangat sedikit. Semua orang membicarakan kelebihannya, tapi kekurangannya jarang ada yang mengungkap. Karena barang yang beredar juga sedikit, jadi belum banyak yang tahu. Beberapa yang dikatakan orang-orang dan iklan itu bisa jadi benar, tapi bisa juga beberapa hal yang berbeda dan membuat barang itu berfungsi lebih terbatas dari pada yang anda harapkan. Semakin cepat anda membeli gadget baru, semakin sedikit pula informasi yang anda miliki tentang gadget tersebut. Review atau tutorial mengenai bagaimana melakukan sesuatu padanya masih sangat terbatas, itu artinya anda harus menunggu dan mencoba-coba sendiri, bagus sih, jika anda itu opreker, tapi jika anda membutuhkan perangkat tersebut untuk bekerja, itu akan mengganggu produktivitas anda. Semakin cepat anda membeli gadget yang baru dirilis, semakin lama anda harus berusaha sendiri.
  • Akan ada bugs. Semua produk itu memiliki bugs, begitu anda menemukan bugs dan melaporkannya, pembuatnya akan segera membuat perbaikannya. Ok, bagus. Tapi itu artinya anda tidak cuman jadi konsumen, tapi jadi tester juga. Bagus, buat yang suka dan bangga melakukannya, tapi tidak semua orang punya kemampuan dan waktu seperti itu. Ujung-ujungnya merasa tidak puas, dan gadget yang bari dipakai sebulan itupun dijual lagi.
  • Harganya mahal. Semua produk itu selalu mahal harganya pada waktu pertama kali dirilis ke pasar. Seandainya anda cukup sabar untuk menunggu 3 bulan saja, harganya sudah akan turun banyak. Dan setelah itu harganya akan cenderung stabil. Beli barang baru dirilis itu bagus, tapi apa benar-benar layak?

Robert Wiesehan mengatakan, jika kita mau sebentar saja menahan diri, anda tidak akan membuang uang dan menjadi kecewa setelah membeli produk yang baru dirilis. Terserah jika produk ini laptop, smartphone, tablet, mobil, atau sepeda motor sekalipun. Intinya, jika anda bisa menunggu sebentar saja, anda akan mendapatkan produk yang sudah stabil, anda sudah punya informasi yang cukup, dan harga yang lebih murah.

Loading...

Jangan ragu untuk berkomentar ya....