8 Tips Mengikuti Wawancara Kerja Online Lewat Internet Supaya Diterima

Apakah dalam waktu dekat Anda akan mengikuti wawancara kerja secara online? Iya. Tidak hanya Anda. Ribuan pencari kerja yang lain juga sama seperti Anda, menyiapkan diri untuk mengikuti wawancara daring untuk mendapatkan pekerjaan.

Sebenarnya wawancara daring – entah itu untuk keperluan melamar kerja ataupun keperluan yang lain, sudah sejak lama lazim dilakukan. Hanya saja, mendadak menjadi semakin banyak dilaksanakan karena pandemi global COVID-19.

Bukan hanya karena pandemi saja, wawancara lewat internet ini banyak digunakan perusahaan untuk mendapatkan kandidat karyawan terbaik mereka, tetapi karena memang cara ini memberi banyak keuntungan.

Yang jelas wawancara kerja secara online ini praktis, murah, cepat, dan hemat energi.

Beberapa kelebihan tadi jelas menguntungkan perusahaan yang sedang berupaya mengurangi pengeluaran sampai sebesar-besarnya pada masa seperti ini.

Kemungkinan besar akan semakin banyak perusahaan yang menggunakan cara wawancara pekerjaan daring ini di masa depan, bahkan jika COVID-19 sudah tidak lagi menjadi ancaman.

Beberapa kerugian wawancara pekerjaan secara daring bisa dikesampingkan – setidaknya untuk saat ini.

Sementara dari sisi kita – pencari kerja, wawancara secara daring ini juga membawa konsekuensi yang lumayan besar.

Secara umum, pelaksanaan dan tatacara wawancara memang tidak akan berbeda jauh dibandingkan dengan wawancara kerja luring – normal, tatap muka, konvensional seperti yang kita semua sudah pernah lakukan.

Pertanyaan wawancara yang akan diajukan bisa jadi akan sama – dengan sedikit penyesuaian, tergantung dengan perwakilan HRD perusahaan yang akan melakukan wawancara daring dengan Anda.

Yang pasti akan membuat berbeda adalah atmosfer dan perangkat komunikasi Anda.

baca juga: 6 Tips Ganti Pekerjaan dalam Masa Pandemi

Untuk memperbesar kemungkinan diterima, ada baiknya Anda ikuti tips mengikuti wawancara kerja daring berikut ini:

  1. Perluas dan pertahankan jaringan
  2. Sesuaikan resume, CV, dan surat lamaran kerja
  3. Persiapkan diri untuk wawancara daring
  4. Latihan
  5. Memulai wawancara daring dengan pikiran positif
  6. Tunjukkan sedikit emosi
  7. Tunjukkan bahwa Anda peduli
  8. Ajukan pertanyaan terkait

8 Tips Mengikuti Wawancara Kerja Online

Perluas dan pertahankan jaringan

Saat ini, kita bisa berasumsi bahwa semua perusahaan, di bidang apapun, sedang berada dalam keadaan di mana efisiensi menjadi hal yang sangat diutamakan.

Tidak hanya efisiensi dalam operasional perusahaan, tetapi juga efisiensi dalam perekrutan karyawan baru.

Sehingga meskipun perusahaan memasang iklan lowongan pekerjaan, tetapi jumlah kandidat yang dipanggil akan semakin sedikit. Mereka semakin selektif memilih calon karyawan.

Salah satu dasarnya adalah hubungan baik – koneksi – atau lingkup mereka.

Terutama untuk posisi atas, manajer personalia akan cenderung memilih kandidat yang mereka kenali saja. Ada kecenderungan pelamar yang kurang – atau tidak dikenal akan mendapat kesempatan lebih kecil untuk dipanggil wawancara.

Sementara untuk mengisi lowongan posisi lebih rendah, HRD akan cenderung memilih kandidat yang ada ‘hubungan’ dengan mereka. Misalnya satu almamater, satu kota, atau kesamaan yang lain.

Sepanjang HRD yakin bisa lebih mudah mengenal kandidat – berdasarkan persamaan itu tadi, maka kemungkinan seorang kandidat akan diwawancara akan lebih besar.

Dan, ini bisa lebih mengerucut lagi. Ketika perusahaan sangat membutuhkan karyawan, padahal anggaran untuk perekrutan tenaga baru sangat minim, maka yang biasa mereka lakukan adalah mencari tenaga baru secara personal.

Bagian HRD akan mencari karyawan atau menawarkan pekerjaan pada personal yang mereka kenal terlebih dahulu. Tanpa memasang iklan lowongan pekerjaan.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan?

Aktif memperluas dan mempertahankan jaringan Anda.

Bagaimana itu bisa dilakukan?

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

Hubungi teman – kolega – atau siapapun yang kemungkinan memiliki informasi atau sedang membutuhkan tenaga Anda.

Manfaatkan akun media sosial. Anda bisa mencoba memposting bahwa Anda sedang mencari lowongan pekerjaan dan jangan lupa, jabarkan kemampuan yang sudah Anda miliki.

Anda juga bisa memanfaatkan group profesi dan keahlian yang ada di Facebook atau media sosial yang lain. Biasanya ada yang membagikan lowongan. Tentu saja Anda boleh mempromosikan diri di sana.

Manfaatkan Linkedln untuk membangun jaringan dan juga membuat profil diri yang lebih profesional.

Ini memang tidak mudah dilakukan secara psikologis. Bisa jadi Anda lebih senang jika lingkaran pertemanan Anda tidak mengetahui bahwa Anda sudah setengah putus asa untuk segera mendapatkan pekerjaan.

Memang cukup sulit untuk memulai percakapan apabila Anda pengangguran dan tidak punya berita baik untuk diceritakan. Dan ada kemungkinan orang akan lebih merasa terganggu daripada sebelumnya.

Tetapi Anda juga perlu sadari, bahwa orang juga ingin membantu apa yang mereka bisa.

Dan jika bisa memilih, saya yakin Anda pasti akan merasa sangat senang, jika saat ini, Anda adalah orang yang bisa memberi saran, informasi lowongan, atau bahkan memberi pekerjaan yang sesuai bagi teman-teman yang sedang membutuhkan.

Yang sayangnya, saat ini Anda berada dalam posisi sebaliknya.

#eh

Sesuaikan resume, CV, dan surat lamaran kerja

Tentu saja, mengandalkan relasi dan hubungan baik saja tidak cukup untuk menjamin Anda bisa lebih cepat mendapatkan pekerjaan pada saat sulit seperti sekarang ini.

Saat ini, sebagian besar perusahaan – kalau tidak malah semuanya, memprioritaskan orang-orang yang dapat memberi kontribusi dan berusaha bersama untuk mengatasi krisis.

Mereka mempertahankan, atau mencari orang-orang yang memiliki sekaligus beberapa skill yang bermanfaat untuk perusahaan.

Itu artinya, resume – CV dan surat lamaran kerja Anda harus disesuaikan.

Bukan hanya bahwa isinya benar-benar menggambarkan keadaan terkini Anda, tetapi juga perlu disesuaikan supaya lebi pas dengan kebutuhan perusahaan yang Anda tuju.

Anda bisa mulai dengan menekankan bagaimana Anda berhasil di pekerjaan sebelumnya yang penuh tekanan itu, dan jangan ragu untuk menuliskan juga skill Anda yang sekiranya bermanfaat untuk perusahaan Anda.

Hngga saat ini, membuat surat lamaran dan resume yang baik masih memegang peran penting.

baca juga: Foto Untuk CV dan Lamaran Kerja: Harus Seperti Apa?

Persiapkan Diri Untuk Wawancara Daring

Pada dasarnya wawancara kerja secara daring sama dengan wawancara kerja konvensional dengan tatap muka.

Meskipun begitu, karena wawancara dilakukan melalui kamera dan layar – microphone dan speaker, maka konsekuensinya, Anda harus membuat beberapa persiapan tambahan, yang biasanya tidak perlu dilakukan jika wawancara dilakukan secara tatap muka langsung.

Semua tips standar untuk persiapan dalam dapi wawancara masih berlaku, namun dengan beberapa hal yang perlu Anda siapkan.

Kamera, microphone, software, dan jaringan internet

Seluruh kesan tentang Anda hanya bisa diterima melalui video dan audio. Dan ke empat hal ini, bisa sangat menentukan apakah Anda terlihat mengagumkan, biasa saja, atau sama sekali tidak layak.

Mulai dari video yang kotak-kotak, suara yang putus-putus, sampai gangguan kecil yang belum-belum sudah menjatuhkan kredibilitas Anda: suara tukang bakso lewat, atau teriakan ibu Anda yang menawarkan sarapan.

Sehingga, pertimbangkan untuk berinvestasi lebih untuk mendapatkan perangkat terbaik.

baca juga: 14 Cara Foto Supaya Cantik Pakai Kamera HP

Kamera dan microphone

Ada dua kemungkinan alat yang bisa Anda gunakan, laptop atau smartphone.

Jika laptop, maka pastikanlah kamera laptop Anda minimal 720p. Jika kameranya ternyata masih 360p, maka pertimbangkan untuk menggunakan kamera HP sebagai webcam.

Tentu saja, jika sudah ada, pertimbangkan untuk menggunakan webcam yang bagus untuk video call. Tapi mengingat harga webcam lumayan mahal, alternatif menggunakan HP sebagai webcam laptop tadi lebih masuk akal.



Demikian juga dengan microphone. Rata-rata microphone pada laptop kualitasnya tidak terlalu bagus. Jika memungkinkan, gunakanlah earphone yang kualitasnya bagus, supaya suara Anda bisa terdengar jelas, demikian juga Anda bisa mendengar pertanyaan dan tanggapan pewawancara dengan baik juga.

Tips:

  • pastikan Anda berada di ruangan yang hening dan minim gangguan suara
  • pastikan wajah Anda mendapatkan cahaya yang cukup. Ini akan meminimalkan noise pada video
  • pastikan Anda tidak membelakangi cahaya yang kuat
  • pastikan lensa kamera Anda bersih
  • tempatkan kamera sejajar dengan mata Anda
  • pastikan tidak ada objek yang bisa mengganggu di dalam frame video Anda(berwarna terlalu mencolok, tidak layak dilihat orang lain, atau dekorasi yang norak)

Bagaimana jika Anda hanya menggunakan smartphone?

Kurang lebih sama saja, malah lebih mudah dan praktis. Sebagai tambahan selain tips di atas, pastikan smartphone Anda bisa ditempatkan dengan stabil.

Akan terasa kurang nyaman jika Anda harus memegangi HP terus menerus selama wawancara. Akan tidak menyenangkan jika Anda harus mencatat, atau diminta melakukan sesuatu.

Software

Ketika Anda sudah mendapatkan jadwal wawancara daring, tanyakan platform video apa yang akan digunakan oleh pewawancara. Jangan sampai Anda baru pertama kali menggunakan platform tersebut ketika pelaksanaan wawancara daring.

Jika diperlukan, Anda harus melakukan instalasi software platform video yang digunakan terlebih dahulu di laptop atau smartphone yang digunakan.

Pastikan Anda memahami bagaimana menggunakan dan memanfaatkan fitur-fitur dari platform video tersebut.

Terutama jika Anda perlu menggunakan beberapa fitur khusus, seperti screen sharing.

Cobalah membuka link sebelum wawancara dimulai. Jika ada masalah teknis, pastikan Anda dapat menghubungi pewawancara.

Jangan sampai Anda terlihat gagap ketika dalam situasi penuh tekanan – seperti ketika ada masalah teknis.

Ketika Anda terlihat sigap dan siap dengan segala kemungkinan, itu akan menunjukkan kompetensi yang Anda punya.

Jaringan internet

Kualitas dan kecepatan koneksi internet bisa menjadi mimpi buruk wawancara daring. Untuk itu pastikan Anda berada di tempat yang koneksi internetnya benar-benar bagus.

Jika Anda menggunakan WiFi untuk koneksi internet, maka jangan ragu untuk meminta tolong anggota keluarga serumah supaya tidak memakai internet untuk streaming video, mengunduh file berukuran besar, atau kegiatan lain yang memerlukan bandwidth besar.

Jika Anda mengandalkan paket data seluler, pastikan Anda punya kuota data yang cukup.

Penampilan

Tujuan kita di sini adalah untuk memastikan Anda terlihat profesional. Bukan berarti jas adalah pilihan terbaik. Karena akan terlihat aneh dalam situasi seperti ini.

Kenakan setelan yang sopan, sedikit casual tidak masalah, asal bukan T-Shirt.

Perhatikan latar belakang video Anda.

Yang paling aman memang tembok putih dengan sumber cahaya berasal dari depan Anda.

Hindari latar belakang yang ramai dengan pernik-pernik atau sumber cahaya yang terlalu kuat. Selain itu antisipasi juga latar belakang yang tidak sepenuhnya Anda kontrol, seperti pintu, jendela, atau jalur lalu lintas anggota keluarga Anda.

Pastikan juga Anda tidak memperlihatkan ruangan yang berantakan. Ini bisa memberi kesan yang negatif.

Jika memungkinkan, Anda juga bisa berdiri sepanjang wawancara. Ketika Anda berdiri, biasanya suara akan terdengar lebih jelas dan bisa dengan mudah memberi kesan tegas dalam penampilan keseluruhan.

Informasi tentang bagaimana perusahaan yang Anda tuju menghadapi krisis

Sebagaimana wawancara kerja secara langsung, pengetahuan Anda tentang perusahaan yang Anda tuju tetaplah penting ketika wawancara dilakukan secara daring.

Salah satu yang sebaiknya Anda ketahui adalah informasi bagaimana perusahaan yang Anda lamar menyikapi krisis akibat COVID-19 ini. Mulai dari kebijakan, langkah sosial, maupun langkah strategis perusahaan tersebut.

Cobalah untuk mendapatkan informasi terbaru mereka. Utamanya jika Anda telah mengirimkan surat lamaran beberapa bulan yang lalu dan baru mendapatkan kesempatan wawancara kerja daring saat ini.

Bisa jadi ada beberapa perubahan yang sudah dilakukan perusahaan tersebut. Jangan ragu untuk mempersiapkan diri dengan mengunjungi website resmi perusahaan, cek berita, dan update dari akun media sosialnya juga – sampai hari Anda melakukan wawancara.

Jangan enggan berlatih sebelum wawancara

Anda bisa berlatih wawancara daring dengan cara merekam diri Anda sendiri menjawab pertanyaan yang umum diajukan pada saat wawancara.

Bagaimana ini bisa membantu?

Perbedaan lain dari wawancara daring dan wawancara konvensional yang bisa mempengaruhi performa Anda adalah bahwa sekarang Anda bisa melihat wajah Anda sendiri.

Ini bisa menjadi konyol. Ketika kita merasa canggung, ada kecenderungan kita mulai melihat diri sendiri.

Tidak selamanya melihat wajah Anda di layar ketika wawancara daring adalah hal buruk. Tetapi berhati-hatilah, karena fokus Anda bisa jadi akan mudah teralihkan. Memandang wajah – terutama wajah diri sendiri – akan membuat Anda kehilangan hal-hal yang sudah Anda ingat-ingat sebelumnya.

Cobalah untuk berlatih di tempat yang Anda rencanakan menjadi tempat untuk wawancara sebenarnya, jadi Anda dapat melihat bagaimana Anda terlihat selama wawancara berlangsung nantinya.

Jika Anda tidak dapat berhenti melihat diri Anda sendiri selama latihan, Anda bisa menutup jendela yang memunculkan wajah Anda. Anda tidak akan ingin melihat wajah Anda sendiri saat terdistraksi.

Memulai Wawancara dengan Pikiran Positif

Ingatlah hal ini selama wawancara, Anda tidak akan mendapatkan informasi non-verbal dari pewawancara. Dan ini bisa berarti hal buruk.

Ketika kita tidak mendapatkan timbal balik dari pewawancara, kita akan berpikir negatif. Kita berpikir “ini tidak akan berjalan dengan baik.”

Jadi, cobalah berlatih sebelum wawancara dengan berpikir positif dan berharap yang terbaik akan terjadi. Anda bahkan mungkin akan membutuhkan “mantra” untuk diucapkan kepada diri Anda sendiri ketika mulai meragukan performa Anda.

Anda bisa mencoba duduk tenang selama 5 menit sebelum wawancara dimulai dan secara mental lakukan review semua alasan yang memungkinkan wawancara dapat berjalan dengan lancar.

Tunjukkan Sedikit Emosi Anda

Emosi yang dimaksud disini adalah bagaimana Anda bisa memperlihatkan maksud, inisiatif, dan respon positif selama wawancara daring.

Tentu Anda tidak ingin suara Anda terdengar terlalu keras, terlalu pelan, kering, atau kehilangan tone yang Anda inginkan. Anda perlu berlatih untuk mendapatkan jarak terbaik bibir dan microphone Anda, dan seberapa keras Anda harus berbicara.

Cara terbaiknya adalah dengan berlatih bersama teman melakukan video call. Ini akan menjadi jalan terbaik untuk mendapatkan saran bagaimana Anda sebaiknya berada di depan kamera – tentang suara, bahasa tubuh, dan pencahayaan ruangan yang Anda gunakan.

Tujuannya adalah supaya Anda tampak alami dan tenang. Jika tidak memungkinkan untuk meminta bantuan teman Anda melakukan video call, tentu Anda dapat merekam diri sendiri saat menjawab beberapa contoh pertanyaan dan perhatikan bagaimana Anda terlihat.

Tetapi segeralah berhenti melakukannya, apabila Anda menjadi hanya fokus pada kesalahan yang Anda lakukan.

Anda tidak ingin membuat diri Anda sendiri menjadi terlalu menyadari kesalahan Anda, karena itu hanya akan mengganggu performa Anda.

Sampaikan Kepedulian Selama Wawancara

Krisis ini telah membuat orang menjadi lebih bersemangat untuk menjalin koneksi dengan rekan kerja pada level yang lebih personal, dan orang yang mewawancarai Anda sangat mungkin memiliki harapan yang cukup besar mengenai kepedulian Anda selama wawancara.

Itu sebabnya, akan sangat baik jika Anda bisa mengikuti alur pembicaraan singkat dari pewawancara, tetapi Anda juga dapat menanyakan bagaimana kabar mereka dan keluarga mereka saat ini.

Dan Anda juga harus menyiapkan jawaban yang bagus jika mereka bertanya balik kepada Anda. Ia menyarankan seperti, “Terima kasih sudah bertanya. Saya berusaha sebaik mungkin selama masa ini.”

Tetapi jangan berlarut-larut. Anda tidak perlu melanjutkan ke detail lain yang tidak perlu. Ini wawancara kerja, bukan sesi curhat dengan psikolog Anda.

Ajukan Pertanyaan Terkait

Ketika diberi kesempatan untuk bertanya selama wawancara, sangat disarankan untuk menanyakan semua “pertanyaan umum.”

Seperti misalnya “Apa yang Anda harapkan saya bisa lakukan dari posisi ini? Bagaimana Anda mengukur keberhasilan pekerjaan ini? Hal apa yang seharusnya saya ketahui?”

Ada baiknya Anda juga bertanya mengenai bagaimana perusahaan akan memulai proses orientasi bagi karyawan baru yang bekerja dalam lingkungan virtual seperti sekarang ini. Ini berarti juga tentang bagaimana perusahaan akan membantu pegawai baru untuk beradaptasi.

Mencari pekerjaan memang tidak mudah. Namun saat ini, hal tersebut menjadi lebih sulit, jadi cobalah menjadi baik pada diri sendiri selama proses.

Ada banyak kemungkinan bahwa Anda kehilangan pekerjaan bukan karena apa yang telah Anda lakukan, namun karena krisis global ini, dan banyak orang memiliki nasib yang sama.

Ekonomi akan membaik dan, sampai itu terjadi, ingatlah bahwa Anda sedang melakukan hal yang terbaik semampu Anda.

By | Last update: Juni 17, 2021
Author: Esther Yudi

tertarik dengan teknologi, gadget, internet, astronomi, anthropologi, sedikit politik, pendidikan, dan bisnis online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.