5 Alasan Mengapa Kamera Mirrorless Lebih Baik Dari DSLR

Beberapa tahun lalu, kamera mirrorless masih dianggap seperti mainan anak kecil. Kebanyakan orang masih sangat ragu dengan kemampuannya. Kamera yang hanya cocok untuk foto-fotoan di acara reunian.

Salah seorang teman yang seorang fotografer profesional pernah ditolak mengambil foto gara-gara dia membawa kamera mirrorless sementara ‘kru’-nya membawa DSLR. Pengantinnya lebih memilih dijepret oleh anak buahnya itu karena tidak percaya dengan kamera mungil yang dibawanya.

Padahal jika dibandingkan, hasil jepretan kamera mirrorless-nya lebih bagus dari DLSR kelas entry yang sedianya dipakai sebagai kamera kedua.

Tapi apa daya, pengantinnya masih belum ngeh kalau kamera mungilnya itu sebenarnya lebih sakti.

Dan sampai sekarangpun, terutama di Indonesia, kamera mirrorless masih berjuang mendapatkan pengakuan sebagai kamera beneran, terutama di kalangan masyarakat umum yang kadung terpesona dengan body dan berat DSLR yang membuat pegal-pegal di pergelangan tangan itu.

Apakah anda juga salah satu yang meragukan kamera mirrorless?

Jika ya, maka sebaiknya anda baca dulu 5 alasan mengapa kamera mirrorless lebih baik dari DLSR berikut ini….

5 alasan mengapa kamera mirrorless lebih baik dari DSLR

Buat kamu yang lebih suka ringkas, berikut ini adalah ke lima alasan memilih kamera mirrorless….

  1. ukuran kamera mirrorless itu kecil
  2. fitur autofocus yang lebih cepat dan akurat
  3. fitur perekaman video yang lebih superior
  4. bisa merekam video sekaligus menjepret foto berbarengan
  5. viewfinder yang lebih kaya fitur

Dibandingkan dengan kamera DSLR, kelima hal di atas itulah yang menjadikan kamera mirrorless lebih baik dari DSLR. Kalau masih tidak percaya juga, coba kita rinci satu per satu gih….

Alasan Mengapa Kamera Mirrorless Lebih Baik Dari DSLR
Alasan Mengapa Kamera Mirrorless Lebih Baik Dari DSLR
Loading...

Kamera mirrorless itu kecil dan enteng

Kecuali kamu adalah fotografer profesional yang memang mencari uang dengan menenteng-nenteng DSLR ke setiap acara yang kamu hadiri, ukuran dan berat dari DSLR adalah alasan yang paling umum mengapa kamu hanya membawanya ketika merasa acara yang kamu ikuti itu layak.

Untuk acara yang tidak terlalu penting, kebanyakan orang lebih memilih untuk mengandalkan kamera HP yang praktis, ringan, tidak ribet, tanpa perlu menambah tas dan perlengkapan lain secara tersendiri lagi.

Tentu saja, dengan mengorbankan kenyataan bahwa dengan kamera HP, secanggih apapun HP-mu itu, pengaturannya tidak akan pernah selengkap dan semenantang DSLR.

Dalam situasi seperti inilah kamera mirrorless akan menjadi pilihan kamu.

Dengan bodi yang kecil, praktis, dan terutama bobot yang ringan, kamu masih bisa berkreasi lebih bebas dengan kamera mirrorless, membebaskan diri dari dimensi dan bobot DSLR sekaligus dari keterbatasan kamera HP.

Kalaupun mau membawa serta koleksi lensa dan perlengkapan lainnya, rata-rata tetaplah lebih ringkas daripada milik DSLR.

baca juga Fitur Kamera Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli.

Autofocus kamera mirrorless sudah jauh lebih cepat

Beberapa tahun yang lalu, alasan utama para fotografer profesional tidak mau menggunakan kamera mirrorless adalah autofocus yang buruk. Lambat, dan seringkali tidak akurat.

Beda lagi dengan jaman sekarang. Kamera mirrorless sudah bisa memiliki fitur autofocus yang jauh lebih cepat dan bagus. Setidaknya itulah yang ditawarkan Sony dengan seri alpha-nya.

Canon telah mengembangkan teknologi dual-pixel autofocus yang telah dengan luar biasa meningkatkan kemampuan mirrorless mereka. Sementara Sony, berhasil mendapatkan gelar sebagai kamera dengan autofocus tercepat di dunia tahun 2016 dengan mirrorless mereka Sony A6300.

Pada kamera mirrorless terbaru mereka, Sony telah menerapkan teknologi phase-detect autofocus (PDAF) yang membuat mirrorless Sony menjadi yang terdepat untuk urusan autofocus.

Teknologi PDAF memungkinkan penguncian autofocus yang lebih cepat dan juga tracking banyak obyek. Kecepatan dan akurasi-nya terbilang sangat baik, baik untuk menjepret foto maupun merekam video.

Buat kamu yang suka foto portrait, belum ada yang lebih baik dari Sony dengan fitur Eye-AF-nya untuk mendapatkan foto dengan fokus dan ketajaman lebih di area mata obyek yang kamu ambil.

Bagaimana dengan merk lain? Ok, untuk urusan autofocus di kamera mirrorless, Sony memang masih yang terbaik. Tapi jangan lupakan juga bahwa pabrikan lain, seperti Fuji dan Panasonic juga terus meningkatkan performa kamera mereka.

Seperti misalnya, Fuji XT-2 dan Panasonic GH5 yang menerima upgrade software untuk meningkatkan performa autofocus mereka hanya dalam hitungan bulan setelah dirilis.

Kamera mirrorless merekam video lebih baik

Dibandingkan dengan kamera DSLR, kamera mirrorless menawarkan fungsi perekaman video yang lebih baik, utamanya dari sisi penggunaan. Kalau soal kualitas akhir, itu agak berbeda ceritanya.

Kita ambil contoh Panasonic GH5 yang banyak sekali direview secara positif, terutama karena kemampuannya merekam video dalam format 4K dengan bitrate 400 Mbps. Harganya yang 26 jutaan body only itu memang bukan untuk pemula. Tapi buat kamu yang memang mau serius di dunia videography, GH5 jelas pilihan yang sangat bagus.

> Kamu bisa beli atau sekadar ngepoin Panasonic GH5 di sini (klik).

Panasonic Lumix GH5
Panasonic Lumix GH5

Image Credit: Panasonic

Buat kamu yang anggarannya tidak sebebas merpati, masih ada kamera mirrorless yang bagus untuk merekam video 4K dengan sangat baik. Kamu bisa memilih Sony a6500 yang juga menawarkan kemampuan merekam video 4K yang tajam pada bitrate 100 Mbps dalam body yang lebih ringkas lagi.

Saat ini kamu bisa mendapatkan Sony a6500 pada kisaran harga 19 jutaan. Lumayan jauh jaraknya dari Lumix GH5 diatas.

Jika mereka berdua ini dibandingkan, maka Sony a6500 ini cuman kalah di sisi bitrate dan tidak adanya fitur in-body stabilization. Selainnya, tidak jauh berbeda. Soal hasil akhir, itu kembali lagi, beda cerita dan lebih pada standar yang masing-masing dari pengguna bisa jadi berbeda.

>> Kamu bisa beli Sony a6500 dengan diskon besar di sini (klik).

Apa yang dilakukan oleh produsen DSLR?

Untuk urusan video, pabrikan DSLR memang mengalami masalah serius akhir-akhir ini.

Semisal Canon yang memutuskan untuk mendedikasikan jajaran Cinema EOS-nya untuk memaksimalkan fitur video. Di dalamnya ada C300, C500, dan 1D C. Baru-baru ini juga dirilis EOS 60D Mark II yang mendukung perekaman 4K.

Sementara Nikon, yang sejak awal memang tidak fokus di video, semakin hilang pamornya. Yang terakhir, kamera APS-C mereka – D500 – juga mulai mendukung perekaman video 4K.

Masalahnya, harga yang ditawarkan Canon dan Nikon untuk DSLR mereka yang mendukung video 4K itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan apa yang berikan Panasonic ataupun Sony. Belum lagi ternyata kinerja perekaman video 4K-nya justru sulit diterima.

Usaha keras Canon dan Nikon tampaknya gagal. Dengan harga berlipat lebih mahal, namun hasilnya masih terlihat kalah bagus jika dibandingkan dengan mirorrless murah meriah Sony a6300 yang bisa menghasilkan video 35mm 4K 24p dengan full sensor.

Di Indonesia, kamu bisa beli Sony a6300 cukup dengan harga 15 jutaan sudah lengkap dengan kit 16-50mm. Silahkan lihat di sini kalau tidak percaya.

Sampai saat ini, memang masih Sony dan Panasonic yang serius menambahkan fitur-fitur profesional di kamera mirrorless mereka. Semisal fitur focus peaking yang memberi kemudahan untuk melakukan manual focus, juga ada zebra stripping yang akan secara otomatis menandai area yang kurang terekspos, dan juga fitur flat logarithmic gamma curve untuk kontrol lebih baik ketika membuat video dengan gradasi warna.

Ukuran yang kecil, bentuk yang ringkas, dan bobot yang ringan dari kamera juga sangat menentukan hasil video yang kamu rekam. Dengan kamera mirrorless yang kecil, simple, dan enteng, akan memungkinkan fotografer untuk memotret dan atau merekam video dari sudut yang sulit dilakukan jika menggunakan kamera DSLR.

Dan untuk profesional, jelas lebih nyaman ketika menggabungkan kamera mirrorless dengan monitor 4K, input audio, dan baterai tambahan dalam sebuah rig yang juga simple, kecil, dan jelas lebih enteng untuk produksi.

Dan ini lebih sulit lagi ditandingi kamera DSLR.

Mirrorless menghasilkan kombinasi terbaik antara kualitas foto dan rekaman video

Saat ini, pengguna kamera, mulai dari sekadar mereka yang pingin terlihat keren menenteng kamera, atau mereka yang memang hobi fotografi, atau bahkan mereka yang memang secara profesional menjadikan fotografi (dan videografi) sebagai sumber utama pendapatan, memerlukan kamera yang memiliki kemampuan foto dan sekaligus video yang semakin baik.

Dan,dalam hal ini, terlihat jelas bahwa kamera mirrorless berhasil menjadi pilihan terbaik yang menawarkan kombinasi seimbang antara kemampuan foto dan video, ditambah form factor dan bobot yang memudahkan penggunaannya.

Saat ini, jajaran tertinggi kamera mirrorless full frame dari Sony, seperti A9 yang harganya bikin sulit berpaling itu, atau yang sedikit lebih murah A7-Rii, bisa dengan mudah disandingkan dengan kamera DSLR terbaik dari Nikon dan Canon.

Dan ketika anggaran adalah salah satu perhatian utama kamu sebelum membeli sebuah kamera, maka kamera mirrorless adalah pilihan terbaik kamu.

Kalau mau disandingkan, harga mirrorless yang kemampuannya setara, tetaplah lebih terjangkau dibandingkan kamera DSLR. Dengan uang selisihnya, bisa kamu gunakan untuk membeli lensa.

Viewfinder yang lebih kaya fitur

Ada waktunya, dimana viewfinder elektronik yang ada pada kamera mirrorless itu buruk sekali – sangat buruk bahkan, karena berkinerja lambat, tidak akurat, dan ‘menipu.’ Dan ini menjadi salah satu alasan mengapa mirrorless relatif lambat bisa menggeser DLSR di kalangan profesional.

Tapi kamu tidak perlu khawatir lagi dengan hal ini.

Saat ini, viewfinder pada mirrorless sudah berkembang sangat bagus, sehingga pengguna tidak lagi harus merasa viewfinder-nya terpisah dari kamera.

Mengapa pakai viewfinder di mirrorless?

Kamu tentu paham, kalau panel LCD di semua kamera itu tidak ada gunanya ketika berada di bawah terang matahari yang terik. Tanpa viewfinder, kita tidak akan bisa membidik obyek dengan baik dan nyaman.

Kelebihan lainnya lagi, adalah adanya fitur focus peaking dan focus assist magnification.

Focus peaking akan membuat kita mudah melakukan manual focus. Bisa mirip dengan yang biasa kita lakukan di kamera smartphone. Cukup dengan melakukan tap pada layar dan fokus bisa didapat.

Sementara fitur focus assist magnification akan melakukan zooming khusus di daerah yang akan di fokuskan, sehingga kita bisa lebih detail lagi memilih objek yang akan di fokuskan. Ini tidak bisa dilakukan oleh DSLR.

Pilihan kamera mirrorless bagus dengan harga terjangkau


Update:


Bagi banyak fotografer profesional, rupanya Sony a6500 dan adiknya, a6300 menjadi plihan utama berkat kemampuan jepretan foto dan video yang sangat bagus. Perbandingan antara harga, ukuran dan berat, serta kinerja yang diatas rata-rata, sangat sulit dicari padanannya. Setidaknya untuk saat ini.

Sementara untuk yang mau membutuhkan kinerja dan hasil maksimal untuk merekam video 4K, Panasonic Lumix GH5 sangat sulit untuk ditolak, saking bagusnya.

Bagaimana dengan kamu sendiri? Mulai berpikir untuk pindah ke kamera mirrorless? Atau masih mau bertahan dengan kamera DLSR yang sudah terlanjur akrab dengan menu dan ‘bobot’-nya itu? Jangan, buru-buru juga. Jika kamu ingin membeli kamera mirrorless, supaya adil, anda pastikan membaca juga Kekurangan Kamera Mirrorless Yang Sanggup Membuat Anda Menyesal Membelinya.

Loading...

Jangan ragu untuk berkomentar ya....